Pengertian Zona Oseanik dan Jenis Lainnya dalam Ekosistem Air Laut

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ekosistem air terbagi menjadi berbagai macam, salah satunya zona oseanik. Zona oseanik adalah wilayah yang paling dalam dari semua ekosistem air laut.
Dikutip dari buku Biologi SMA/MA Kls X (Diknas) oleh Gunawan Susilowarno,dkk (Grasindo:278) zona oseanik merupakan daerah laut terbuka yang dibedakan kedalamanya menjadi zona batial, zona abisal, dan zona hadal.
Pengertian Zona Oseanik dan Jenis-Jenis Lainnya
Zona oseanik adalah wilayah laut yang paling dalam ekosistem air laut. Zona ini termasuk dalam zona laut yang dibagi berdasarkan kedalaman. Selain itu, terdapat juga zona laut yang dibedakan berdasarkan intensitas cahaya, dan juga permukaannya. Lantas seperti apa jenis-jenis zonanya?
1. Zona Laut Berdasarkan Kedalaman
Zona laut berdasarkan kedalamannya dibagi menjadi tiga jenis, antara lain:
Zona Litoral, merupakan daerah laut yang berbatasan langsung dengan daratan, sehingga menjadi paling atas dari lautan. Selain itu, zona ini juga paling dangkal yang dapat dihuni oleh hewan laut seperti udang, kepiting, cacing laut, dan lain-lain.
Zona Neritik merupakan zona ekosistem pantai pasir dangkal. Sebab letaknya yang hanya berada di 200 meter dari permukaan laut. Dalam zona ini akan hidup beberapa ekosistem, yaitu ekosistem pantai batu, terumbu karang, hingga pantai lumpur.
Zona Oseanik adalah zona terdalam yang dibagi lagi menjadi 3 zona, yaitu Batial (200-400 m), Abisal (400-10.000 m), dan Hadal (10.000-dasar).
2. Zona Laut Berdasarkan Intensitas Cahaya Matahari
Selanjutnya terdapat zona laut yang dibagi berdasarkan intensitas cahaya matahari yang masuk. Berikut beberapa jenisnya:
Zona Fotik berada pada kedalaman kurang dari 200 m, sehingga cahaya masih masuk.
Zona Twilight, merupakan wilayah laut yang berada di kedalaman 200-2.000 m yang membuat cahaya matahari masuk sedikit.
Zona Afotik, berada di kedalaman lebih dari 2.000 m, sehingga cahaya tidak dapat masuk.
3. Zona Laut Berdasarkan Permukaan Secara Vertikal
Terakhir, terdapat zona laut yang dikelompokkan berdasarkan permukaannya secara vertikal, yaitu:
Epipelagik, memiliki kedalaman antara permukaan laut hingga 200 m.
Mesopelagik memiliki kedalaman 200-1.000 meter.
Batiopelagik memiliki kedalaman 200-2.500 meter.
Abisalpelagik memiliki kedalaman 4.000 meter.
Hadalpelagik memiliki kedalaman lebih dari 6.000 meter.
Baca Juga: Alasan Mengapa Air Laut Asin
Dapat disimpulkan jika zona oseanik adalah jenis zona yang diukur berdasarkan kedalaman air laut. Semoga bermanfaat! (NUM)
