Pengukuran Jangka Sorong: Cara Menggunakan dan Menghitungnya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengukuran jangka sorong bisa dilakukan dengan menjepitkan benda yang akan diukur di antara rahang tetap dan rahang geser yang berukuran kecil atau besar. Alat ini bisa digunakan untuk mengukur diameter luar, diameter dalam, ketebalan, hingga kedalam lubang.
Setelah menggunakan alat ini, pengguna bisa langsung menghitung hasilnya dengan tingkat akurasi yang tinggi, hingga 0,1 mm. Perhitungan didapatkan dengan menjumlahkan hasil dari skala tetap dan skala nonius.
Cara Menggunakan Jangka Sorong
Penggunaan alat ukur jangka sorong tergolong mudah, pengguna cukup menyesuaikan benda apa yang akan diukur dengan bagian alat yang akan digunakan. Adapun cara menggunakan alat ini yaitu:
Mengukur lebar, panjang, atau diameter luar sebuah benda pengguna cukup menjepitkan benda yang akan diukur di antara rahang tetap dan rahang geser yang berukuran besar. Pastikan benda tidak miring. Setelah terjepit erat, kencangkan baut.
Untuk mengukur diameter dalam sebuah benda, pengguna bisa memasukkan rahang tetap dan rahang geser yang berukuran kecil ke dalam lubang benda. Pastikan benda tersebut tegak lurus dengan jangka sorong. Kencangkan baut dan ukur.
Untuk mengukur kedalaman suatu benda, pengguna bisa menggunakan tangkai ukur bawah. Posisikan jangka sorong dengan bentuk berdiri. Turunkan tangkai ukur sampai mentok ke dasar lubang. Kencangkan dan ukur.
Menghitung Hasil Pengukuran Jangka Sorong:
Dikutip dalam buku IPA FISIKA 1: SMP dan MTs untuk Kelas VII oleh Mikrajuddin Abdullah (2006:43-44) hasil pengukuran jangka sorong dapat diketahui dengan menggabungkan pembacaan skala tetap dan skala nonius. Caranya yaitu:
Tentukan pembacaan skala tetap yang sejajar dengan angka nol pada skla nonius. Jika tidak tepat sejajar, gunakan pembacaan skala terdekat yang lebih kecil.
Misalnya pembacaan skala tetap yang sejajar dengan angka nol pada skala nonius berada di antara 2,4 dan 2,5. Besarnya pengukuran yang digunakan adalah 2,4 cm.
Cari garis pada skala nonius yang tepat berimpit dengan salah satu garis pada skala tetap. Misalnya garis 5 pada skala nonius tepat berimpit dengan salah satu garis (garis untuk 2,9) pada skala tetap.
Besarnya pengukuran yang diperoleh adalah lima kali skala nonius yaitu: 5 x 0,1 mm= 5 x 0,01 cm= 0,05 cm
Jumlahkan kedua hasil pengukuran. Sehingga diperoleh panjang benda yang dimaksud adalah 2,4 cm + 0,05 cm = 2,45 cm
Itu tadi penjelasan mengenai pengukuran jangka sorong yang bisa pembaca gunakan referensi saat menggunakan alat tersbut dan menghitung hasil pengukurannya. (MRZ)
Baca juga: Cara Membaca Mikrometer Sekrup Sebagai Alat Ukur Dengan Benar dan Mudah
