Perbedaan Asesmen Formatif dan Sumatif beserta Definisinya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asesmen formatif adalah penilaian yang digunakan untuk memperbaiki proses belajar. Biasanya dilakukan pada awal pembelajaran atau di tengah proses pembelajaran.
Sedangkan asesmen sumatif adalah penilaian yang digunakan untuk mengukur pencapaian peserta didik. Umumnya dilakukan di akhir proses pembelajaran, seperti akhir semester atau akhir tahun ajaran.
Asesmen Formatif Adalah
Pada proses pembelajaran, pendidik biasanya melakukan asesmen untuk mendapatkan gambaran keberhasilan atau ketercapaian tujuan pembelajaran. Asesmen juga digunakan untuk mengukur dan memperbaiki proses pembelajaran yang sedang atau telah berjalan.
Dikutip dari buku Pembelajaran dalam Psikologi Pendidikan, Otto Fajarianto dan Agus Wedi (2023:60), asesmen formatif adalah asesmen untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran dan mengevaluasi pencapaian pembelajaran.
Otto dan Agus (2023:61) juga mendefinisikan asesmen sumatif sebagai asesmen yang digunakan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah untuk mencapai pembelajaran peserta didik sebagai penentu kenaikan kelas/ kelulusan dalam pendidikan.
Perbedaan Asesmen Formatif dan Sumatif
Berdasarkan tujuannya, asesmen dibedakan menjadi dua jenis, yaitu asesmen formatif dan asesmen sumatif.
Dikutip dari buku Pengembangan Asesmen Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Darojat, dkk. (2023:262), keduanya bisa didefinisikan sebagai berikut.
1. Asesmen Formatif
Asesmen Formatif bertujuan untuk mendapatkan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan peserta didik agar dapat memperbaiki proses belajar. Asesmen formatif umumnya dilakukan di awal maupun di sela-sela proses pembelajaran.
Contoh asesmen formatif:
Menilai kompetensi diri
Menilai kopetensi antar teman
Mempresentasikan materi yang sudah dipelajari
Membuat mind maping
Graphic organizer
Penilaian kinestetik
Papan bicara
Membuat ringkasan singkat
Menyebutkan hal yang sudah dipelajari, dsb.
2. Asesmen Sumatif
Asesmen sumatif bertujuan untuk menilai capaian pembelajaran peserta didik secara keseluruhan serta mengukur apa yang telah dipelajari peserta didik pada akhir pembelajaran.
Contoh asesmen sumatif:
Ujian akhir semester
Ujian nasional
Ujian kenaikan kelas, dsb
Demikian perbedaan asesmen formatif dan sumatif beserta definisinya menurut ahli. Semoga artikel ini bermanfaat sekaligus dapat memberikan pemahaman lebih dalam mengenai asesmen. (YAS)
Baca juga: 5 Contoh Soal Essay Asesmen Kompetensi Guru dan Jawabannya
