Perbedaan Erosi dan Abrasi beserta Penyebabnya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bencana alam yang muncul di berbagai daerah di Indonesia memiliki istilah tersendiri seperti abrasi dan erosi. Keduanya kerap dianggap sama, padahal berbeda. Lantas apa perbedaan erosi dan abrasi?
Sebenarnya keduanya sama-sama proses pengikisan pada batuan atau tanah hanya saja terdapat beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut berkaitan dengan dampak dan penyebab terjadinya erosi dan abrasi.
Perbedaan Erosi dan Abrasi
Sangat penting untuk mengetahui apa saja perbedaan abrasi dengan erosi. Hal ini karena akan membuat manusia sadar agar tidak melakukan aktivitas yang merusak lingkungan.
Mengutip dari buku Geologi Tata Lingkungan Edisi Revisi, Nasiah Badwi dkk, (2019:90), erosi adalah peristiwa terkikis atau hilangnya bagian tanah dari suatu tempat karena terangkat ke tempat lain. Bisa disebabkan oleh es, angin, maupun pergerakan air.
Erosi juga bisa berupa peristiwa longsoran yang terjadi secara alamiah atau akibat ulah manusia tidak bertanggung jawab. Sedangkan abrasi adalah proses terkikisnya material keras atau batuan seperti tebing batu yang disertai dengan tanah longsor.
Lantas perbedaan erosi dan abrasi adalah mengenai daerah yang mengalami bencana tersebut. Abrasi biasa terjadi di wilayah pesisir pantai sedangkan erosi biasa terjadi di tanah atau batuan daerah tertentu.
Perbedaan berikutnya adalah karena penyebabnya. Erosi disebabkan oleh es, air, dan angin, sedangkan abrasi disebabkan oleh gelombang air laut.
Penyebab Erosi dan Abrasi
Agar manusia semakin sadar dengan tidak merusak alam agar terhindar dari bencana, di bawah ini ada beberapa penyebab terjadinya erosi dan abrasi yang harus diketahui.
1. Pasang Surut Air Laut
Pasang surut air laut adalah fenomena permukaan air laut yang berubah karena adanya gravitasi Bumi dan Bulan.
2. Arus Air Laut
Abrasi juga disebabkan oleh arus air laut karena ombak terus menerus menghantam pantai sehingga terjadi perubahan garis pantai.
3. Faktor Alam
Adapun penyebab erosi adalah karena faktor alam yang menyebabkan pengikisan tanah. Kondisi ini bisa terjadi karena alam perlu mempertahankan keseimbangan tanah. Walaupun terjadi erosi alami, alam tetap bisa menyediakan tanah untuk tumbuhan.
4. Ulah Manusia
Penyebab terakhir adalah karena ulah manusia tidak bertanggung jawab sehingga lapisan tanah mengalami pengelupasan.
Baca Juga: Mengenal Habitat Hamster dan Karakteristiknya
Perbedaan erosi dan abrasi bisa dilihat dari daerah yang terkena dampak dan penyebabnya. Erosi adalah pengikisan tanah atau batuan sedangkan abrasi biasa terjadi di pesisir pantai. (GTA)
