Persebaran Fauna Berdasarkan Garis Wallace dan Weber di Indonesia

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
Konten dari Pengguna
7 Maret 2024 15:41 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Persebaran Fauna Berdasarkan Garis Wallace dan Weber. Sumber: Pixabay/designerpoint
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Persebaran Fauna Berdasarkan Garis Wallace dan Weber. Sumber: Pixabay/designerpoint
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Persebaran fauna berdasarkan garis Wallace dan Weber merupakan salah satu bukti betapa kayanya keanekaragaman fauna di Indonesia. Berkat garis Wallace dan Weber, persebaran fauna di Indonesia dapat lebih diklasifikasikan berdasarkan jenisnya.
ADVERTISEMENT
Pada dasarnya, garis Wallace dan Weber merupakan garis khayal yang memisahkan persebaran fauna di Indonesia. Garis khayal ini membagi Indonesia ke dalam tiga bagian.

Persebaran Fauna Berdasarkan Garis Wallace dan Weber

Ilustrasi Persebaran Fauna Berdasarkan Garis Wallace dan Weber. Sumber: Pixabay/5477687
Dikutip dari buku Seri Panduan Belajar dan Evalusasi Geografi untuk SMP/MTs Kelas VIII, Vincentius Satu dan Francisca Murdwiati (2009:9), garis Wallace membagi wilayah fauna Indonesia menjadi daerah orientalis dan Indo-Australis.
Garis khayal ini membagi Indonesia di antara Pulau Bali dan Lombok, serta antara Pulau Sulawesi dan Kalimantan. Sementara garis Weber membagi wilayah garis Wallace menjadi dua bagian, yaitu bagian barat dengan jenis hewan asiatis, serta bagian timur dengan jenis hewan dari Benua Australia.
Garis Weber memanjang dari Kepulauan Riau sampai ke Dataran Sahul, kemudian mengarah ke sisi barat kawasan Nusa Tenggara.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan pembagian garis Wallace dan Weber serta perbedaan keadaan wilayah geologisnya, fauna di Indonesia dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu fauna tipe asiatis, tipe australis, dan tipe peralihan. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Fauna Tipe Asiatis

Sesuai namanya, fauna yang tergolong tipe asiatis memiliki kemiripan dengan fauna-fauna yang ada di benua Asia. Adapun wilayah yang termasuk tipe Asiatis berada di bagian barat Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali.
Umumnya, fauna tipe asiais mempunyai ukuran yang besar. Beberapa di antaranya adalah berbagai jenis kera, ikan air tawar, dan berbagai jenis mamalia besar, seperti gajah, banteng, dan kerbau.

2. Fauna Tipe Australis

Sering kali disebut sebagai fauna Dataran Sahul dan fauna bagian timur, tipe fauna ini meliputi wilayah bagian timur Indonesia, seperti Halmahera, Kepulauan Aru, dan Papua.
ADVERTISEMENT
Fauna tipe australis memiliki banyak kemiripan dengan fauna di benua Australia, sehingga banyak ditemukan berbagai jenis fauna burung, reptil, dan berbagai jenis mamalia berukuran kecil.
Beberapa fauna yang termasuk tipe australis di antaranya burung kasuari, burung cendrawasih, kuskus, kadal, dan buaya.

3. Fauna Tipe Peralihan

Berdasarkan letak geografisnya, fauna tipe peralihan disebut juga sebagai fauna bagian tengah karena meliputi berbagai wilayah yang ada di bagian tengah Indonesia, seperti Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara.
Fauna tipe peralihan juga menjadi bagian yang memisahkan fauna tipe asiatis dan tipe australis. Oleh karena itu, jenis-jenis fauna di wilayah ini berupa berbagai jenis mamalia, reptil, hingga burung.
Fauna yang banyak ditemukan dari tipe peralihan antara lain komodo, anoa, sapi, banteng, hingga burung maleo dan burung kakak tua.
ADVERTISEMENT
Sekian penjelasan mengenai persebaran fauna berdasarkan garis Wallace dan Weber di Indonesia. Dari uraian di atas, terlihat bahwa masing-masing bagian memiliki keunikan fauna yang berbeda-beda. (YAS)