Prasasti-Prasasti pada Masa Kerajaan Tarumanegara

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan bercorak Hindu tertua di Pulau Jawa. Bukti keberadaan kerajaan ini, dapat diketahui melalui prasasti-prasasti pada masa kerajaan Tarumanegara yang banyak ditemukan. Salah satu contohnya yaitu berupa Prasasti Tugu.
Prasasti biasanya digunakan sebagai bentuk penghormatan maupun perayaan pada zaman dahulu. Adapun, saat ini prasasti dapat berperan sebagai sumber pengetahuan dari suatu peristiwa sejarah.
Prasasti-Prasasti pada Masa Kerajaan Tarumanegara
Menurut buku Sejarah SMP Kelas VII, Drs. Anwar Kurnia, Drs. H. Moh. Suryana, (2007: 28), prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara ditulis dengan huruf Pallawa dan Bahasa Sanskerta. Bentuknya syair dan agama yang menentukan corak pikiran sang raja adalah agama Hindu.
Berikut ini prasasti-prasasti pada masa Kerajaan Tarumanegara yang dikutip dari buku Sejarah Nasional Indonesia Edisi Revisi 2013, Edi Hernadi, (2013:88).
1. Prasasti Tugu
Seperti halnya namanya, Prasasti Tugu merupakan bentuk peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang ditemukan di Kampung Batutumbuh, Desa Tugu, dekat Tanjungpriuk, Jakarta Utara.
Dalam Prasasti Tugu terdapat lima baris tulisan aksara Pallawa dan Bahasa Sanskerta. Melalui penemuan Prasasti tersebut, dapat diketahui bahwa pusat pemerintahan Tarumanegara berkedudukan di wilayah antara Bogor dan Bekasi, serta memiliki daerah kekuasaan meliputi Jakarta, Banten, dan Cirebon.
Puncak kejayaan Kerajaan Tarumanegara terjadi pada masa pemerintahan Purnawarman. Hal ini bisa dilihat pada keterangan isi prasasti, yang menyatakan prestasi besar yang dilakukannya adalah pembangunan sistem irigasi di Sungai Candrabaga dan Sungai Gomati. Karena, adanya irigasi dapat menjadikan usaha pertanian semakin berkembang.
2. Prasasti Ciaruteun
Penemuan Prasasti Ciaruteun yaitu terletak di Kampung Muara, Desa Ciaruteun Hilir, Cibungbulang, Bogor sekitar tahun 1863.
Prasasti tersebut terdiri atas dua bagian, yang dipahatkan dalam empat baris tulisan dan bagian kedua terdiri atas satu baris tulisan yang belum bisa dibaca. Inskripsi tersebut disertai dengan gambar sepasang telapak kaki Raja Purnawarman, serta syair sebagai berikut.
“Ini (bekas) dua kaki, yang seperti kaki Dewa Wisnu, ialah kaki Yang Mulia Sang Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia”.
3. Prasasti Kebun Kopi
Kampung Muara, Desa Ciaruetun Hilir, Cibungbulang, Bogor merupakan tempat ditemukannya Prasasti Kebun Kopi pada awal abad ke-19. Dalam prasasti ini, terdapat satu baris tulisan Bahasa Sanskerta yang diapit oleh dua buah pahatan telapak kaki gajah.
4. Prasasti Muara Cianten
Prasasti Muara Ciaten terletak di muara Kali Cianten, Kampung Muara, Desa Ciaruteun Hilir, Cibungbulan, Bogor. Ditemukan pada 1864 tulisan yang terdapat pada prasasti ini belum dapat dibaca. Para ahli menyebutkan aksara yang dipahatkan merupakan aksara ikal.
5. Prasasti Jambu
Prasasti Jambu atau Pasir Koleangkak ditemukan di sebuah bukit (pasir) Koleangkak, Desa Parakan Muncang, Nanggung, Bogor. Pada prasasti ini, terdapat dua baris tulisan dengan aksara pallawa dan Bahasa Sansekerta, yang isinya berbunyi:
“Gagah, mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya, adalah pemimpin manusia yang tiada taranya, yang termashur Sri Purnawarman, yang sekali waktu (memerintah) di Tarumanegara dan yang baju zirahnya yang terkenal tiada dapat ditembus senjata musuh. Ini adalah sepasang telapak kakinya, yang senantiasa berhasil menggempur musuh, hormat kepada para pangeran, tetapi merupakan duri dalam daging musuh-musuhnya”.
6. Prasasti Cidanghiang
Prasasti Cidanghiang dikenal juga sebagai Prasasti Lebak, lantara daerah penemuannya yaitu berada di tepi kali Cidanghiang, Desa Lebak, Munjul, Banten Selatan pada tahun 1947.
Prasasti ini ditulis dengan aksara pallawa yang memuat puji-pujian atau sanjungan untuk Raja Purnawarman. Adapun di bawah ini adalah isi dari Prasasti Cidanghiang.
“Inilah (tanda) keperwiraan, keagungan, dan keberanian yang sesungguhnya dari Raja Dunia, Yang Mulia Purnwarman, yang menjadi panji sekalian raja-raja".
7. Prasasti Pasir Awi
Prasasti Pasir Awi tidak dapat disimpulkan isinya, karena inskripsinya bukan berupa tulisan melainkan piktograf (gambar). Pada bagian prasasti terdapat sepasang tapak.
Lokasi penemuan Prasasti Pasir Awi yaitu di sebuah bukit bernama Pasir Awi, di kawasan perbukitan Desa Sukamakmur, Jonggol, Bogor.
Baca Juga: Mengenal Pengertian Prasasti dan Contoh-contohnya
Itu dia prasasti-prasasti pada masa kerajaan Tarumanegara yang dapat diketahui. Terdapat beberapa prasasti beserta penjelasannya, yang bisa dijadikan sebagai referensi belajar mengenai peninggalan kerajaan bercorak Hindu di Indonesia. (Riyana)
