Konten dari Pengguna

Prinsip Pembelajaran Berdiferensiasi dan Strateginya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Prinsip pembelajaran berdiferensiasi. Sumber: Pexels/Julia M Cameron
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Prinsip pembelajaran berdiferensiasi. Sumber: Pexels/Julia M Cameron

Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi), selalu berupaya mengembangkan proses pembelajaran yang sesuai bagi peserta didik. Penerapan prinsip pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu pedoman yang digunakan untuk menyusun metode mengajar yang tepat untuk siswa.

Kelebihan dari pembelajaran berdiferensiasi adalah siswa dapat belajar sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Dari metode itu akan lingkungan belajar yang baik dan menyenangkan. Selain itu, perbedaan antara siswa-siswi dapat diproses dan dipahami dengan cara terbaik.

Prinsip Pembelajaran Berdiferensiasi

Ilustrasi Prinsip pembelajaran berdiferensiasi. Sumber: Pexels/pixabay

Menurut buku Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar, Dr. Muh Erwinto Imran, S.Pd, dkk (2024), dalam pembelajaran berdiferensiasi, orientasinya untuk mengakomodasi perbedaan individu di dalam kelas, sehingga setiap peserta didik dapat belajar secara optimal sesuai dengan kebutuhan dan potensinya.

Pada penerapannya di Kurikulum Merdeka berikut ini prinsip pembelajaran berdiferensiasi dan penjelasannya.

  1. Para pendidik atau guru mengkomunikasikan materi yang penting untuk diajarkan kepada siswa-siswi untuk menghubungkan kurikulum, pembelajaran, serta penilaian.

  2. Terdapat asesmen yang berfungsi menginformasikan pembelajaran mencaku pemahaman siswa, minat, dan profil pembelajaran.

  3. Para pendidik merespon perbedaan siswa dengan menerima kemampuan mereka apa adanya tanpa adanya ekspektasi berlebihan.

  4. Para pendidik berkolaborasi dengan siswa dalam proses pembelajaran.

  5. Siswa dan siswi diberikan level dalam tugasnya, sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan perkembangan individu.

  6. Siswa dan siswi belajar dalam kelompok-kelompok yang membedakan kategori tergantung minat, pemahaman, dan profil belajar mereka.

  7. Para pendidik bersikap fleksibel untuk diskusi kelompok.

  8. Penyusunan rencana pembelajaran harus dibuat untuk mengatasi perbedaan preferensi siswa.

Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi

Ilustrasi prinsip pembelajaran berdiferensiasi. Sumber: Unsplash/Ismail Salad.

Adapun setelah mengetahui prinsip-prinsip pembelajaran berdiferensiasi, inilah beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam proses tersebut.

1. Diferensiasi Konten

Siswa dan siswi memiliki kemampuan dan minat berbeda, sehingga konten akan berpengaruh besar terhadap pemahaman mereka. Menyediakan konten yang sesuai dengan kategori dan kelompok siswa, akan memudahkan pemahaman materi yang disampaikan.

2. Diferensiasi Proses

Strategi selanjutnya berkaitan dengan proses pembelajaran sesuai dengan gaya belajar siswa yang berbeda-beda. Para pendidik dapat menyesuaikan proyek, tugas, dan kelompok berdasarkan kecenderungan siswa siswi.

3. Diferensiasi Lingkungan

Mengelola lingkungan belajar dapat dilakukan oleh guru, peluang untuk belajar para siswa siswi dapat diungkapkan dengan memberikan variasi pada suasana tempat belajar.

Jadi prinsip pembelajaran berdiferensiasi harus diupayakan dengan sebaik mungkin agar siswa dan siswi dapat memahami materi dengan maksimal dan memudahkan para pendidik melakukan proses belajar mengajar. (DVA)

Baca Juga: 4 Contoh Pengalaman Bermakna Pembelajaran Sosial Emosional