Konten dari Pengguna

Prinsip Titrasi Asam Basa dalam Ilmu Kimia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Prinsip Titrasi Asam Basa. Sumber: Pixabay/PublicDomainPictures
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Prinsip Titrasi Asam Basa. Sumber: Pixabay/PublicDomainPictures

Prinsip titrasi asam basa merupakan salah satu materi yang dipelajari dalam ilmu kimia. Materi ini merupakan bagian dari analisis kimia kuantitatif volumetri.

Untuk diketahui, analisis kimia kuantitatif volumetri adalah teknik analisis yang menggunakan larutan asam basa sebagai zat penentu dalam mengukur kandungan zat lain. Larutan asam basa yang digunakan disebut juga sebagai titran.

Pengertian Titrasi Asam Basa dalam Ilmu Kimia

Ilustrasi Prinsip Titrasi Asam Basa. Sumber: Pixabay/PublicDomainPictures

Sebelum membahas lebih dalam mengenai prinsip titrasi asam basa, sebaiknya pahami lebih dulu mengenai pengertian beserta konsepnya.

Dikutip dari buku CERDAS (Cermat dan Tangkas) Kimia SMA, Santoso, dkk. (2022:123), titrasi asam basa adalah metode untuk menentukan konsentrasi asam oleh basa kuat yang telah diketahui konsentrasinya atau sebaliknya.

Dalam metode titrasi asam basa, larutan standar yang digunakan dalam bersifat asam atau basa. Hal ini membuat reaksi kimia yang dilibatkan dalam teknik analisis ini adalah reaksi netralisasi.

Agar metode titrasi asam basa yang dilakukan dapat berhasil dengan baik, maka diperlukan sejumlah syarat. Berikut di antaranya.

  1. Konsetrasi larutan asam basa sebagai titran harus diketahui. Hal ini disebut juga sebagai larutan standar karena larutan tersebut dibuat dengan konsentrasi tertentu yang ditetapkan berdasarkan pengamatan terhadap kenaikan nilai pH.

  2. Reaksi kimia yang akan terjadi antara larutan asam atau basa dengan zat yang akan dianalisis harus diketahui.

  3. Angka saat terjadi perubahan warna untuk dijadikan sebagai indikator harus diketahui. Adapun angka yang tertera saat terjadi perubahan warna disebut titik akhir.

  4. Kebutuhan jumlah larutan asam basa ketika terjadi perubahan warna harus diketahui.

Baca juga: 2 Jenis Titrasi Asam Basa beserta Cara Kerjanya

Prinsip Titrasi Asam Basa

Ilustrasi Prinsip Titrasi Asam Basa. Sumber: Pixabay/bdyczewski

Santoso, dkk. (2022:123-124) menjelaskan bahwa prinsip dari titrasi asam basa adalah reaksi netralisasi. Artinya, titrasi harus dilakukan hingga mencapai titik ekuivalen, yaitu keadaan saat asam dan basa tepat habis bereaksi secara stoikiometri dan diakhiri dengan perubahan warna indikator.

Perubahan warna indikator ini menandakan kondisi titik akhir titrasi. Untuk menambah wawasan, titik akhir titrasi adalah saat reaksi diberhentikan yang ditandai dengan perubahan warna indikator.

Prinsip ini memiliki persamaan sebagai berikut.

Mol H+ = Mol OH-

Ma x Va x a = Mb x Vb x b

Keterangan:

  • Ma = Konsentrasi larutan asam (M)

  • Va = Volume larutan asam (mL atau L)

  • A = Jumlah valensi larutan asam (jumlah H+)

  • Mb = Konsentrasi larutan basa (M)

  • Vb = Volume larutan basa (mL atau L)

  • B = Jumlah valensi larutan basa (jumlah OH-)

Sekian penjelasan mengenai prinsip titrasi asam basa, lengkap dengan pengertian dan syaratnya. Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan seputar titrasi asam basa. (YAS)