Proctoring: Definisi dan Cara Kerja Sistemnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa pandemi kemarin membuat banyak kegiatan dilakukan secara daring. Hal tersebut mencakup kegiatan sekolah, kuliah, bahkan kerja. Hal ini membuat sistem proctoring banyak dimanfaatkan. Proctoring adalah suatu sistem pengawasan secara online menggunakan webcam.
Berdasarkan jurnal A Systematic Review on AI-based Proctoring Systems: Past, Present and Future, Aditya Nigam et al. (2021: 6421), berbagai platform dan kebaruan teknologi yang mendukung sistem pengawasan secara online banyak bermunculan.
Sisi positifnya adalah dapat sangat membantu menjaga kualitas dan sportifikas dari sebuah kegiatan online. Terutama jika menyangkut evaluasi pembelajaran sekolah atau perkuliahan. Jika tidak ada sistem pengawasan yang baik, hasil evaluasi tidak dapat dijadikan patokan.
Cara Kerja Sistem Proctoring
Proctoring digambarkan sebagai suatu sistem anti-cheating. Hal ini sangat tepat jika dilakukan dengan perangkat yang kompatibel. Beberapa perangkat yang diperlukan untuk mendukung sistem ini bekerja adalah webcam, mikrofon, dan koneksi internet yang stabil.
Karena proctoring adalah sebuah sistem pengawasan online, hal pertama yang dilakukan pada para peserta adalah mengambil foto wajah melalui kamera smartphone atau webcam. Foto yang didapatkan selanjutnya dikirim ke server menggunakan cloud service.
Pihak pengawas ujian selanjutnya membuka komputer yang memiliki akses. Selanjutnya adalah teknologi pemeriksaan foto yang bekerja, sehingga pengawas bisa melakukan verifikasi identitas dari peserta. Pemeriksaan identitas peserta juga dilakukan.
Beberapa tindak kecurangan yang dapat dideteksi oleh sistem proctoring, yaitu
Perhitungan peluang kecurangan dilakukan setiap 30 detik dan kelipatannya.
Aktivitas peserta dinilai melakukan kecurangan jika peserta meninggalkan halaman ujian. Contohnya adalah saat membuka tab baru, membuka dokumen lain, dan membuka aplikasi lain.
Baca juga: 6 AI Selain ChatGPT yang bisa Dicoba, Ini Daftarnya
Online proctoring dapat juga disebut remote proctoring. Pihak pengawas dapat meminta akses ke layar ujian yang ada di hadapan peserta. Sedangkan offline proctoring akan lebih sulit dijaga kualitas kepengawasaanya karena tidak ada catatan cross-check.
Melalui online proctoring, kemungkinan akan terjadinya kecurangan yang terjadi saat ujian berlangsung dapat dikurangi secara signifikan. Proctoring adalah pilihan yang tepat dan jalan keluar yang baik dalam menjaga kredibilitas penilaian. (REY)
