Konten dari Pengguna

Profil My Chemical Romance, Band Emo yang akan Manggung di Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi profil my chemical romance - Sumber: unsplash.com/@rhox
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi profil my chemical romance - Sumber: unsplash.com/@rhox

Profil My Chemical Romance selalu menarik untuk dibahas, terutama bagi pecinta musik rock dan emo yang tumbuh di era 2000-an. Dari album Three Cheers for Sweet Revenge hingga The Black Parade, My Chemical Romance berhasil menciptakan karya yang tak lekang oleh waktu.

Seiring dengan jadwal konser terbaru mereka, banyak yang kembali mengulik profil dan karya My Chemical Romance. Khususnya para penggemar di Indonesia.

Profil My Chemical Romance yang Bakal Manggung di Hammersonic 2026 Jakarta

Ilustrasi profil my chemical romance - Sumber: unsplash.com/@nainoa

My Chemical Romance (sering disingkat sebagai MCR) adalah band rock asal Amerika Serikat yang dikenal karena musik emosional, konsep album yang kuat, dan penampilan panggung yang teatrikal. Mereka menjadi ikon utama dalam band emo, punk rock, dan alternative rock pada era 2000-an.

Menariknya, hingga kini MCR masih tetap memiliki basis penggemar yang besar dan sangat loyal di seluruh dunia.

Band ini terbentuk pada tahun 2001 di Newark, New Jersey, tidak lama setelah serangan 11 September. Gerard Way, vokalis utama sekaligus sosok sentral dalam band ini, mengaku bahwa serangan tersebut mengguncangnya secara emosional dan mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang berarti.

Gerard pun mulai menulis lagu sebagai bentuk pelampiasan perasaan. Kemudian membentuk band bersama Matt Pelissier (drummer awal MCR). Nama "My Chemical Romance" diambil dari judul buku karya Irvine Welsh, yaitu "Ecstasy: Three Tales of Chemical Romance", yang ditemukan Mikey Way saat bekerja di toko buku.

Profil My Chemical Romance dengan formasi awal band kemudian berkembang menjadi:

  1. Gerard Way: Vokalis utama

  2. Mikey Way: Bassist

  3. Ray Toro: Gitaris utama

  4. Frank Iero: Gitaris ritmik

  5. Matt Pelissier: Drummer (kemudian digantikan oleh Bob Bryar pada 2004)

Berdasarkan buku My Chemical Romance: This Band Will Save Your Life, Reinhardt Haydn, (2015), karena liriknya yang jujur dan emosional, MCR memberi ruang aman bagi para fans untuk merasa dimengerti dan tidak sendirian. Banyak penggemar merasa musik mereka menjadi pelarian saat menghadapi masa-masa sulit.

Pada tanggal 22 Maret 2013, MCR mengumumkan bahwa mereka bubar. Keputusan ini mengejutkan para penggemar, tapi dianggap sebagai penutup yang baik oleh para anggota band. Mereka kemudian merilis sebuah kompilasi terakhir berjudul May Death Never Stop You pada tahun 2014.

Namun, kabar gembira datang pada 31 Oktober 2019, saat MCR mengumumkan bahwa mereka akan reuni untuk sebuah konser di Los Angeles. Reuni ini membawa angin segar bagi penggemar lama dan generasi baru yang penasaran dengan musik dan penampilan mereka.

MCR dijadwalkan tampil di Hammersonic 2026 Jakarta, festival musik metal dan rock terbesar di Asia Tenggara. Ini tentunya akan menjadi momen bersejarah bagi penggemar mereka di Indonesia.

Melihat profil My Chemical Romance dan perjalanan musik mereka, jelas bahwa band ini adalah simbol perjuangan, ekspresi diri, dan harapan bagi jutaan pendengar di seluruh dunia. MCR berhasil menempatkan diri sebagai salah satu band paling berpengaruh di era modern. (DNR)

Baca Juga: 3 Lagu My Chemical Romance yang Terkenal