Konten dari Pengguna

Proses Pencernaan pada Hewan Ruminansia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi proses pencernaan pada hewan ruminansia. Sumber: Pexels/Andrey Niqi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses pencernaan pada hewan ruminansia. Sumber: Pexels/Andrey Niqi

Proses pencernaan pada hewan ruminansia terjadi secara mekanis yang terjadi di dalam mulut dan fermentatif (oleh enzim). Pencernaan fermentatif terjadi di rumen, retikulum, omasum, abomasum, usus halus, dan usus besar.

Proses pencernaan merupakan proses yang dilakukan oleh sistem organ pencernaan untuk mengolah makanan agar dapat diserap nutrisinya dan diubah menjadi energi. Proses ini melibatkan berbagai organ dalam sistem pencernaan.

Proses Pencernaan pada Hewan Ruminansia

Ilustrasi proses pencernaan pada hewan ruminansia. Sumber: Pexels/Robert So

Dikutip dalam buku Ilmu Ternak Ruminansia dan Non Ruminansia oleh Ismaila A. Kadir (2024:2) ruminansia adalah sekumpulan hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang mencerna makanannya dalam dua langkah. Pertama dengan menelan bahan mentah, kemudian mengeluarkan makanan yang sudah setengah dicerna dari perutnya dan mengunyahnya lagi.

Organ pencernaan pada ternak ruminansia terdiri dari mulut, lambung (rumen, retikulum, omasum, abomasum) usus halus, dan usus besar. Adapun proses pencernaan pada hewan ruminansia sebagai berikut.

1. Pencernaan Secara Mekanis

Pencernaan secara mekanis dilakukan di dalam mulut, makanan yang telah direnggut dikunyah di dalam mulut kemudian ditelan. Setelah istirahat dikeluarkan dan dikunyah kembali lebih halus.

Pengunyahan di dalam mulut bercampur dengan saliva (air liur) untuk membantu proses pengunyahan dan menelan makanan. Saliva memiliki pH sekitar 8,2 dan dengan kandungan sodium bikarbonat yang tinggi.

Saliva berfungsi sebagai buffer yang membantu menetralkan pengaruh asam dari pakan yang dikonsumsi ternak setelah masuk ke dalam rumen.

2. Pencernaan Secara Fermentatif

Makanan yang telah melewati proses pencernaan mekanis kemudian akan menuju lambung khususnya rumen untuk dilakukan pencernaan secara fermentatif yang dibantu oleh beberapa enzim. berikut penjelasannya.

  1. Pencernaan pada Rumen

    Rumen disebut juga perut besar yang berfungsi sebagai tempat fermentasi oleh mikroba, tempat absorbsi VFA, dan tempat pencampuran pakan. pH ideal dalam rumen adalah 6-7, pada pH tersebut mikroorganisme akan tumbuh dengan baik.

    Fermentasi dalam rumen terjadi konversi karbohidrat menjadi volatile fatty acids (VFA) dan gas (metana dan karbon dioksida) serta menkonversi selulosa menjadi energi. Jika gas menumpuk dalam rumen akan dikeluarkan melalui sendawa.

  2. Pencernaan pada Retikulum

    Setelah melewati rumen, pencernaan selanjutnya yaitu terjadi di retikulum. Retikulum disebut juga perut jala karena permukaan bagian dalamnya mirip dengan jala atau sarang lebah. Rumen dengan retikulum hampir tidak berjarak.

    Retikulum berfungsi sebagai tempat fermentasi pakan oleh mikroorganisme. Hasil fermentasi retikulum di antaranya adalah VFA, amonia, dan air. Bahan pakan yang difermentasi terutama VFA, amonia dan air pada retikulum mulai diabsorbsi.

  3. Pencernaan pada Omasum

    Omasum adalah lambung ketiga dari ternak ruminansia. Omasum disebut perut buku karena memiliki lipatan-lipatan seperti buku berupa lipatan-lipatan logitudinal.

    Omasum berfungsi sebagai pengatur arus ingesta ke abomasum dan menyaring partikel yang besar. Terjadi penyerapan air yang terkandung di dalam hijauan pakan ternak oleh dinding omasum, di dalam omasum enzim bekerja menghaluskan hijauan.

  4. Pencernaan pada Abomasum

    Abomasum terbagi atas 3 bagian yaitu : florika yang merupakan sekresi mukus, fundika (sekresi pepsinogen, renin dan mukus) dan Kardia. Abomasum tempat permulaan pencernaan protein dan mengatur arus digesta dari abomasum ke duodenum.

    Pakan di abomasum akan dicerna kembali dengan bantuan asam klorida dan berbagai enzim. Asam klorida membantu mengaktifkan enzim pepsinogen melakukan pencernaan.

  5. Pencernaan pada Usus Halus

    Setelah selesai pencernaan pakan di abomasum akan dilanjutkan ke usus halus. Usus halus terdiri dari duodenum, jejenum dan ileum. Kemudian makanan akan mengalami pencernaan dengan bantuan enzim yang dihasilkan dari dinding usus.

    Makanan pada tahap ini partikelnya lebih halus. Setelah itu makanan berlanjut pada ileum, ileum memiliki banyak vili yang berfungsi memperluas bagian penyerapan sehingga penyerapan akan lebih optimal.

    Kondisi dodenum yaitu asam sehingga bakteri dari lambung tidak bisa hidup di duodenum. Kondisi asam tersebut akibat dari percampuran asam dari abomasum, getah pankereas, hati, kantung empedu dan kelenjar dari usus halus.

  6. Pencernaan pada Usus Besar

    Sisa-sisa dari pencernaan sebelumnya didorong dengan peristaltik usus dari usus halus ke usus besar. Sisa-sisa dari pencernaan sebelumnya masih mengandung mineral dan air.

    Penyerapan mineral dan air paling banyak di usus besar, penyerapan terjadi melalui dinding usus. Zat-zat yang diserap akan didistribusikan ke seluruh tubuh yang membutuhkan, sedangkan sisa penyerapan akan dikeluarkan melalui anus.

Baca juga: 8 Contoh Hewan Ruminansia beserta Ciri-Cirinya

Dapat diketahui bahwa proses pencernaan pada hewan ruminansia terjadi secara mekanis yang terjadi di dalam mulut dan fermentatif yang terjadi di lambung (rumen, retikulum, omasum, abomasum), usus halus, dan usus besar. (MRZ)