Proses Terbentuknya Batuan Sedimen Kimawi dan Contoh Batuannya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses terbentuknya batuan sedimen kimiawi dipengaruhi oleh berbagai faktor di bumi. Sekitar 80% permukaan benua tertutup oleh batuan sedimen, sehingga topik ini menjadi salah satu pembahasan menarik dalam pelajaran IPA Geografi.
Material batuan sedimen terdiri dari berbagai jenis partikel, mulai dari yang halus, kasar, hingga besar dan ringan. Ciri khas umum batuan ini adalah lapisan-lapisannya yang terlihat jelas, serta sering kali mengandung sisa-sisa kehidupan atau fosil di dalamnya.
Proses Terbentuknya Batuan Sedimen Kimawi
Menurut buku Buku siswa Geografi untuk SMA/MA Kelas X, Dadang Tri Atmoko dan Rudarti (2021:197), batuan sedimen terbentuk dari berbagai jenis batuan. Pada awalnya terjadi pelapukan batuan, kemudian terjadi erosi atau terangkat ke suatu tempat dan mengendap. Setelah mengendap karena adanya tekanan tertentu, endapan tersebut akan mengeras dan membentuk batuan sedimen.
Terdapat jenis batuan sedimen kimiawi yang dibedakan berdasarkan proses terbentuknya. Hasilnya menjadi bebatuan yang mengandung partikel-partikel dari pengendapan kimia. Materi ini menjadi sarana untuk mengenalkan jenis-jenis batuan yang beragam.
Proses terbentuknya batuan sedimen kimiawi adalah karena adanya proses kimia, seperti pelarutan, penguapan, oksidasi, dehidrasi, dan sebagainya. Hasil pengendapan secara kimiawi contohnya batu kapur. Hujan yang mengandung CO2 terjadi di gunung kapur, air hujan meresap ke dalam retakan halus batu gamping (CaCO3).
Kemudian batu gamping larut dengan air menjadi larutan air kapur atau Ca(HCO3), sampai ke atap goa kapur. Tetesan air kapur tersebut lantas membentuk stalaktit di atap goa dan stalagmit di dasar goa. Jadi kedua bentukan sedimen kapur tersebut disebut batuan sedimen kimiawi.
Contoh Batuan Sedimen Kimiawi
Setelah mengetahui cara terbentuk sedimen kimiawi ini, ada beberapa contoh batuan yang terbentuk dari proses tersebut, berikut di antaranya.
Batu Gipsum. Proses terbentuknya akibat hasil pengendapan air laut atau danau yang mengandung garam. Kandungannya mineral sulfat lunak yang mengandung kalsium sulfat dihidat (CaSO4.2H2O).
Dolomit. Batuan sedimen karbonat ini terdiri dari 50% mineral dolomit, dan dikenal sebagai salah satu mineral karbonat yang memiliki struktur rhombohedral.
Chert. Batuan Chert terbentuk karena endapan organisme silika yakni diatom (alga bersel tunggal) dan radiolaria (plankton di laut).
Proses terbentuknya batuan sedimen kimiawi yang terbentuk melalui cara kimia seperti proses pelarutan, penguapan, oksidasi, hingga dehidrasi kemudian mengendap. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan tentang ilmu geografi. (DVA)
Baca Juga: 2 Contoh Batuan Metamorf Pneumatolitis
