Proses Terjadinya Angin Darat dan Angin Laut beserta Karakteristiknya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak jenis angin dengan proses pergerakan yang berbeda-beda, contohnya yaitu angin darat dan angin laut. Proses terjadinya angin darat dan angin laut dapat dikenali dari pergerakannya tersebut.
Dikutip dari buku Angin Puting beliung oleh Febby Mutiara Rahayu (2023:9), angin darat dan angin laut merupakan salah satu jenis angin lokal yang embusannya dapat dirasakan oleh orang-orang yang umumnya bertempat tinggal di pesisir pantai.
Proses Terjadinya Angin Darat dan Angin Laut
Proses terjadinya angin darat dan angin laut hampir serupa, karena sama-sama berembus di lautan. Disebut angin darat karena embusan anginnya berasal dari darat menuju lautan, sementara angin laut bergerak dari laut ke daratan.
Terbentuknya kedua angin ini adalah karena faktor perbedaan suhu serta tekanan udara antara laut dan daratan. Biasanya, wilayah daratan terdiri atas banyak komponen padat, sedangkan laut komponen cair.
Inilah mengapa daratan mampu menyerap sinar matahari lebih cepat dan melepaskan panas dengan cepat pula, daratan pun akan lebih cepat dingin dibanding laut. Hal ini menyebabkan suhu daratan di malam hari lebih rendah sehingga tekanan udaranya maksimum.
Udara cenderung bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke tempat bertekanan udara minimum sehingga pada malam hari angin bertiup dari darat ke laut atau yang dikenal dengan nama angin darat.
Angin darat ini banyak dimanfaatkan nelayan untuk berangkat mencari ikan. Jadi tak heran bila nelayan pergi melaut saat malam hari.
Sebaliknya, pada siang hari tekanan udara di daratan menjadi rendah dan tekanan di laut justru maksimum. Hal ini menyebabkan angin bertiup dari laut ke daratan yang memiliki udara bertekanan minimum atau yang disebut dengan angin laut.
Pada saat siang itulah nelayan akan pulang dari mencari ikan dengan memanfaatkan angin laut. Kedua angin tersebut berembus bergantian tiap harinya pada malam dan siang hari dipengaruhi suhu serta tekanan udara.
Karakteristik Angin Darat dan Angin Laut
Setelah memahami proses terjadinya kedua angin ini, penting pula mempelajari karakteristiknya agar dapat lebih mengenali ciri khasnya. Adapun karakteristik dari angin darat dan angin laut adalah sebagai berikut.
1. Karakteristik Angin darat
Angin darat adalah jenis angin kering serta angin lepas pantai.
Angin darat sering dipakai nelayan untuk berangkat melaut untuk mencari ikan.
Angin darat berembus dari darat ke laut serta berembus saat malam hari.
2. Karakteristik Angin Laut
Angin laut merupakan jenis angin yang lembab atau basah
Angin laut merupakan angin yang dimanfaatkan nelayan untuk pulang menuju daratan.
Angin laut berhembus dari laut ke darat pada siang hari.
Baca Juga: Alasan Mengapa Air Laut Asin
Itulah tadi penjelasan mengenai proses terjadinya angin darat dan angin laut beserta karakteristiknya. Dapat disimpulkan bahwa angin darat dan angin laut berembus pada waktu yang berbeda tergantung dengan tekanan udara yang ada. (SLM)
