Rangkuman Hari Kesaktian Pancasila Singkat

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Kesaktian Pancasila merupakan momentum hari besar nasional yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Peringatan ini memuat sejarah panjang tentang terjadinya tragedi G30S PKI di Indonesia. Oleh karenanya, rangkuman Hari Kesaktian Pancasila perlu diketahui untuk memperluas wawasan pembaca mengenai catatan singkat peristiwa tersebut.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pertama kali dilaksanakan pada tahun 1967. Penetapan hari besar ini didasarkan pada peraturan perundangan yang diputuskan oleh Presiden Soeharto.
Rangkuman Hari Kesaktian Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila adalah momen penting yang diperingati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dalam hal ini, peringatan Kesaktian Pancasila turut dilatarbelakangi oleh rangkaian peristiwa yang patut dipelajari.
Dengan adanya peristiwa sejarah tersebut, pembaca akan semakin memahami pentingnya peran Pancasila sebagai ideologi negara. Lebih lengkapnya, mengutip Buku Ajar Pancasila, Hairul Amren Samosir, (2023: 11-15), rangkuman Hari Kesaktian Pancasila adalah sebagai berikut.
Rangkuman Singkat Hari Kesaktian Pancasila
Pada tanggal 30 September 1965, terjadi suatu peristiwa yang dikenal dengan Gerakan 30 September (G30S). Otoritas militer dan kelompok keagamaan terbesar menyebarkan kabar bahwa insiden G30S adalah usaha PKI untuk mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.
Pada saat itu, kelompok PKI mendatangi rumah masing-masing korban. Kelompok PKI mengaku sebagai pasukan pengawal Istana (Cakrabirawa). Dengan dalih akan menjemput para korban karena dipanggil oleh Presiden Soekarno, akhirnya R. Soeprapto, Sutoyo Siswomiharjo, S. Parman, dan Pierre Andreas Tendean berhasil dibawa.
Selanjutnya, sampailah keempatnya ke sebuah markas di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur. Setelah tiba, empat anggota TNI AD dibunuh. Lalu, mayatnya dimasukkan ke sebuah sumur tua berdiameter 75 sentimeter dengan kedalaman 12 meter. Sementara Ahmad Yani, M.T Haryono, dan D.I Pandjaitan ditembak di rumah masing-masing.
Mayatnya kemudian juga dibawa ke markas tersebut dan dimasukkan ke dalam sumur tua. Tujuh anggota TNI AD itu tewas pada 30 September 1965 menuju 1 Oktober 1965. Namun, mayat mereka baru ditemukan pada 4 Oktober 1965.
Setelah ditemukan, mayat anggota TNI AD ini dimakamkan secara kenegaraan di Taman Makam Pahlawan di Kalibata, Jakarta Selatan pada 5 Oktober 1965. Para korban G30S/ PKI ini kemudian diangkat menjadi Pahlawan Revolusi.
Permasalahan yang dipicu akibat G30S tersebut pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Pemerintah orde baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Hari Kesaktian Pancasila diperingati untuk mengenang tujuh anggota tentara nasional Indonesia angkatan darat (TNI AD) yang dibunuh di Pondok Gede, Jakarta Timur. Lokasi aksi pembantaian ini dikenal dengan lubang buaya.
Demikian rangkuman Hari Kesaktian Pancasila yang perlu dipelajari. Dengan memahami informasi di atas, pembaca diharapkan dapat lebih menghargai dan mampu mengimplementasikan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (Riyana)
Baca Juga: 2 Contoh Amanat Upacara Hari Kesaktian Pancasila
