Rangkuman Materi Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bunga merupakan biaya yang berhubungan dengan pokok pinjaman dan investasi. Jenis bunga terbagi atas dua, yaitu bunga majemuk dan bunga tunggal. Untuk lebih memehami terkait dua jenis bunga tersebut, maka perlu mempelajari rangkuman materi bunga tunggal dan bunga majemuk.
Kedua jenis bunga tersebut memiliki perbedaan utama yang terdapat pada cara perhitungan bunganya. Pada dasarnya jenis-jenis bunga berguna untuk perhitungan orang yang sedang menabung atau meminjam uang pada bank ataupun jasa lainnya.
Penjelasan Rangkuman Materi Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
Mengutip dari buku Matematika SMKA 2 Kelompok Bisnis dan Manajemen untuk Kelas 2, Syamsuddin (2017:14), bunga dalam ilmu matematika merupakan bentuk balas jasa yang berupa uang dan diberikan oleh peminjam kepada orang yang meminjamkan modal dalam jangka waktu tertentu.
Secara umum bunga dibagi atas 2 jenis, yaitu bunga tunggal dan bunga majemuk. Agar lebih memahami terkait jenis bunga tersebut, berikut penjelasan rangkuman materi bunga tunggal dan bunga majemuk.
1. Bunga Tunggal
Bunga tunggal merupakan bunga yang jumlah persennya selalu tetap dan dilakukan perhitungan berdasarkan banyaknya jumlah modal awal selama masa periode tertentu yang sudah ditentukan. Untuk dapat mengetahui jumlah bunga tersebut, maka harus melakukan perhitungan terlebih dahulu memakai rumus berikut ini.
Mn = Mo (1 + i.n)
Keterangan:
Mn = Nilai modal simpanan atau pinjaman periode ke-n
Mo = Nilai modal awal simpanan atau pinjaman
i = Persentase bunga simpanan atau pinjamamn
n = periode pembungaan
Besaran dari bunga tunggal dapat diperoleh ketika mengalikan jumlah modal yang diberikan dengan persentase bunga dan dengan lama waktu masa pembungaan.
2. Bunga Majemuk
Bunga majemuk merupakan bunga yang besarannya dapat diperoleh setiap akhir periode. Jenis bunga tersebut dapat berpengaruh terhadap besaran modal serta bunga setiap waktu. Besar modal dan bunga dapat bertambah pada saat akhir periodenya.
Karena itulah yang menjadikan bunga majemuk sering disebut sebagai bunga berbunga. Untuk menghitung jumlah bunga majemuk dapat menggunakan rumus berikut ini.
Mn = Mo x (1 - i)^n
Keterangan:
Mn = Nilai modal simpanan atau pinjaman periode ke-n
Mo = Nilai modal awal simpanan atau pinjaman
i = Persentase bunga simpanan atau pinjaman
n = Periode pembungaan
Untuk melakukan perhitungan bunga majemuk, maka harus memperhatikan unsur simpanan atau pinjaman awal, simpanan atau pinjaman pada periode ke-n, persentase bunga dan lama atau periode pembungaan.
Baca Juga: Rangkuman Materi Ekonomi Kelas 10 Semester 2
Demikian rangkuman materi bunga tunggal dan bunga majemuk yang dapat digunakan siswa sebagai bahan belajar untuk memahami materi tersebut. Agar lebih memahami materi terkait setiap siswa perlu berlatih mengerjakan soal dengan memakai rumus yang sudah dijelaskan. Semoga bermanfaat. (PAM)
