Konten dari Pengguna

Rangkuman Materi Cerita Fantasi Kelas 7 untuk Dipelajari

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi materi cerita fantasi kelas 7. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi materi cerita fantasi kelas 7. Sumber: www.unsplash.com

Cerita fantasi merupakan salah satu jenis teks narasi yang sering dipelajari oleh siswa kelas 7. Jenis teks ini memadukan unsur-unsur imajinasi dan kreativitas yang membedakannya dari cerita realistis. Materi cerita fantasi kelas 7 penting untuk dipelajari agar lebih memahami cerita dalam dunia imajinatif sekaligus mencoba untuk menciptakan cerita sendiri.

Mengutip buku Teks Cerita Fantasi, Marie Muhammad, Lulu Novita Sari, Putri Wahyuni,Nova Elovani Br Sitepu (2020:10), cerita fantasi bertujuan untuk memberikan hiburan bagi pembacanya. Dalam cerita fantasi, akan disisipkan juga nasehat atau pesan moral dari penulis namun tetap sesuai dengan tujuan utamanya yaitu menghibur.

Memahami Cerita melalui Rangkuman Materi Cerita Fantasi Kelas 7

Ilustrasi materi cerita fantasi kelas 7. Sumber: www.unsplash.com

Cerita fantasi mampu menghidupkan imajinasi pembaca dan membawa mereka ke dunia yang penuh keajaiban, di mana hal-hal yang tidak mungkin di dunia nyata menjadi mungkin, serta memberikan hiburan sekaligus pelajaran moral melalui alur cerita yang menegangkan dan penuh petualangan.

Pada pembelajaran cerita fantasi di sekolah, siswa memerlukan materi cerita fantasi kelas 7 untuk memahami unsur-unsur, struktur, dan kaidah kebahasaan yang khas, sehingga mereka dapat mengidentifikasi dan menciptakan cerita dengan alur yang imajinatif serta karakter dan latar yang fantastis sesuai dengan kreatifitas mereka. Berikut rangkuman materinya.

1. Ciri-Ciri Cerita Fantasi

Cerita fantasi memiliki beberapa ciri khas yang membuatnya mudah dikenali, di antaranya:

Mengandung Unsur Imajinasi

Elemen-elemen dalam cerita tidak berdasarkan kenyataan, misalnya tokoh dengan kekuatan super, makhluk mitologi, atau peristiwa yang melanggar hukum alam.

Setting yang Tidak Nyata

Cerita ini seringkali berlatar di dunia imajinatif, misalnya dunia sihir atau dimensi lain.

Karakter yang Unik

Tokoh-tokoh dalam cerita fantasi sering kali memiliki kekuatan khusus atau berasal dari spesies yang tidak ada di dunia nyata.

Tema yang Berhubungan dengan Petualangan

Biasanya, cerita fantasi mengangkat tema besar seperti perjuangan antara kebaikan dan kejahatan atau perjalanan seorang pahlawan dalam menghadapi rintangan besar.

2. Struktur Cerita Fantasi

Cerita fantasi umumnya memiliki struktur yang serupa dengan teks narasi lainnya, yaitu:

Orientasi

Bagian ini berisi pengenalan tokoh, latar, dan situasi awal cerita.

Komplikasi

Pada bagian ini, konflik mulai muncul. Tokoh utama biasanya harus menghadapi masalah besar yang menggerakkan cerita.

Resolusi

Bagian ini adalah penyelesaian masalah. Tokoh utama bisa menyelesaikan konflik atau cerita mencapai akhir yang tidak terduga.

3. Jenis-Jenis Cerita Fantasi

Terdapat beberapa jenis cerita fantasi, yang bisa dikelompokkan berdasarkan cara dunia imajinasinya diatur:

Fantasi Total

Seluruh elemen cerita, mulai dari tokoh, tempat, hingga alur, sepenuhnya berada dalam dunia yang berbeda dengan dunia nyata. Contoh klasik adalah cerita-cerita dalam genre fantasi epik.

Fantasi Parsial

Beberapa elemen dalam cerita masih bisa dijelaskan dengan logika dunia nyata, namun ada elemen imajinatif seperti kekuatan magis atau makhluk gaib.

Fantasi Sezaman

Cerita berlatar di dunia yang mirip dengan dunia nyata, tetapi ditambahkan elemen-elemen fantasi. Biasanya, jenis ini menggabungkan unsur fantasi dengan setting kontemporer.

4. Unsur-Unsur Cerita Fantasi

Beberapa unsur penting dalam cerita fantasi yang harus diperhatikan, adalah:

Tokoh

Biasanya, tokoh utama dalam cerita fantasi adalah pahlawan atau individu yang terlibat dalam konflik besar. Selain tokoh utama, ada pula tokoh-tokoh pendukung yang menambah warna cerita.

Latar

Latar dalam cerita fantasi sering kali tidak terbatas pada ruang dan waktu yang dikenal di dunia nyata. Penulis bebas menciptakan dunia baru atau menggambarkan tempat yang penuh dengan keajaiban.

Alur

Alur cerita fantasi bisa bervariasi, tetapi biasanya melibatkan petualangan atau perjuangan tokoh dalam mencapai tujuan tertentu.

Tema

Tema cerita fantasi sering berkaitan dengan hal-hal seperti keberanian, persahabatan, atau pertarungan antara kebaikan dan kejahatan.

Sudut Pandang

Cerita fantasi bisa diceritakan dari sudut pandang orang pertama, ketiga, atau serba tahu, tergantung bagaimana penulis ingin mengungkapkan kisahnya.

5. Kaidah Kebahasaan Cerita Fantasi

Cerita fantasi juga memiliki beberapa kaidah kebahasaan yang perlu diperhatikan, yaitu:

Penggunaan Majas

Majas seperti metafora dan hiperbola sering digunakan untuk memperkuat unsur imajinasi.

Penggunaan Kalimat Deskriptif

Kalimat deskriptif digunakan untuk menggambarkan setting atau tokoh secara detail, sehingga pembaca bisa membayangkan dengan jelas elemen-elemen fantasi dalam cerita.

Penggunaan Kalimat Langsung

Kalimat langsung biasanya digunakan dalam dialog antar tokoh untuk memperjelas percakapan atau interaksi.

Materi cerita fantasi kelas 7 tidak hanya memberikan siswa kesempatan untuk mengeksplorasi dunia imajinasi, tetapi juga mengajarkan mereka bagaimana menyusun narasi dengan alur yang baik. Dengan memahami unsur-unsur dan ciri-ciri cerita fantasi, siswa dapat menciptakan karya fantasi mereka sendiri atau mengapresiasi cerita yang sudah ada.(VAN)

Baca juga: Bagian Akhir Novel yang Berisi Komentar Pengarang Mengenai Keseluruhan Cerita?