Konten dari Pengguna

Ringkasan Cerita Hikayat Patani yang Penuh Makna

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cerita hikayat Patani. Sumber foto: Pixabay/wal_172619
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cerita hikayat Patani. Sumber foto: Pixabay/wal_172619

Cerita hikayat Patani termasuk salah satu bentuk karya terjemahan kesusastraan Melayu klasik. Hikayat ini menceritakan kisah penuh makna yang menarik untuk diketahui.

Hikayat Patani sarat akan unsur sejarah dan penyebaran agama Islam. Sebagaimana jenis hikayat pada umumnya, teks ini bersifat istanasentris atau berlatar di sebuah kerajaan.

Ringkasan Cerita Hikayat Patani yang Menarik dan Penuh Makna

Ilustrasi cerita hikayat Patani. Sumber foto: Pixabay/NWimagesbySabrinaEickhoff

Mengutip buku Hikmat dalam Hikayat, Wolfgang Bock Kastowo, (2023: 2), hikayat adalah karya yang mengandung hikmat suatu suku atau bangsa. Teks ini berisi kisah historis biografis sebagai pembangkit semangat juang dan mengajarkan sikap arif bijaksana.

Begitupun pada cerita hikayat Patani. Cerita ini juga memuat nasihat moral dan pesan keteladanan. Untuk semakin mengetahui kisah tersebut, di bawah ini merupakan ringkasan hikayat Patani yang dapat disimak lebih lanjut.

Hikayat Patani

Alkisah terdapat suatu kerajaan yang dipimpin oleh Raja Paya Tu Kerub Mahajana. Sepeninggal raja tersebut, ia digantikan oleh anaknya yang bernama Paya Tu Naqpa.

Paya Tu Naqpa dikenal sebagai raja yang gemar berburu. Suatu ketika tersiar kabar tentang suatu daerah yang memiliki banyak hewan buruan. Selanjutnya Paya Tu Naqpa bertandang ke wilayah itu, ditemani oleh beberapa hulu balangnya. Akan tetapi, sesampai di sana tak ada seekorpun binatang yang tampak oleh rombongan raja.

Setelah dua jam lamanya, anjing rombongan tersebut menggonggong. Tidak disangka ternyata terdapat rusa putih yang gilang gemilang warnanya. Namun, tidak lama rusa itu berlari ke suatu arah dan menghilang.

Raja pun berusaha mengejar, tapi tidak dapat menemukannya. Lantas, saat itu raja malah mendapati sebuah rumah sepasang suami istri. Si lelaki memberitahukan muasal wilayah yang ada rusa putihnya tersebut.

Setelah mendengar cerita si lelaki, raja memutuskan memindahkan kerajaannya ke tempat itu selama dua bulan. Adapun kerajaan itu dinamakan Patani Darrussalam yang artinya negeri sejahtera.

Beberapa tahun lamanya bertahta Paya Tu Naqpa mengidap penyakit langka. Tak ada tabib yang dapat menyembuhkannya. Sampai suatu hari raja mengumumkan bahwa siapa yang bisa mengobati penyakit itu, maka ia akan diangkat sebagai menantu.

Tak berselang lama, Syekh Sa’id datang untuk mengobati raja. Tetapi dengan syarat raja harus masuk agama Islam apabila raja sembuh. Setelah menyanggupinya, maka penyakit raja pun hilang. Namun, Paya Tu Naqpa tidak menepati janjinya.

Setelah dua tahun berlalu, penyakit Paya Tu Naqpa kambuh kembali dan meminta Syekh Sa’id untuk mengobatinya lagi. Meskipun telah berjanji dengan sungguh-sungguh, ia tetap kembali melanggar janjinya.

Setahun sesudah itu, penyakit yang menjangkit raja semakin parah. Syekh Sa’id akan mengobati raja asalkan raja tidak ingkar akan masuk Islam. Lalu, setelah sembuh Paya Tu Naqpa pun memanggil Syekh untuk menuntunnya masuk Islam.

Sesudah raja diajari membaca kalimat syahadat, selanjutnya Syekh mengganti nama raja Paya Tu Naqpa menjadi Sultan Ismail Syahzilullahfii Alam.

Tidak hanya itu, ketiga anaknya pun berganti nama pula agar keislamannya makin terasa sempurna. Walaupun raja menghadiahi Syekh dengan harta yang banyak, namun ia menolaknya dan meminta untuk pulang ke negeri Pasai.

Melalui rangkaian cerita Hikayat Patani, pembaca dapat memahami pentingnya pendirian dan ketaatan dalam menjalankan setiap keputusan yang telah dipilih. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan memperluas wawasan mengenai ragam karya sastra lama dalam Bahasa Indonesia. (Riyana)

Baca Juga: 2 Unsur Ekstrinsik Teks Cerita Sejarah