Konten dari Pengguna

Ringkasan Cerita Kemelut di Majapahit Singkat

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ringkasan cerita Kemelut di Majapahit. Sumber foto: Pixabay/bboellinger
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ringkasan cerita Kemelut di Majapahit. Sumber foto: Pixabay/bboellinger

Ringkasan cerita merupakan jenis teks yang menyajikan karangan panjang yang dikemas dalam narasi atau paparan yang singkat. Salah satu contohnya yaitu ringkasan cerita Kemelut di Majapahit yang diangkat dari teks sejarah karya SH Mitarja.

Dalam hal ini, penulisan ringkasan cerita harus memperhatikan beberapa aspek, seperti halnya pengunaan struktur kalimat yang padat dan tidak bertele-tele. Selain itu, rangkuman juga tidak boleh menyimpang dari jalan cerita serta isi dari keseluruhan karya.

Ringkasan Cerita Kemelut di Majapahit

Ilustrasi ringkasan cerita Kemelut di Majapahit. Sumber foto: Pixabay/lil_foot_

Berdasarkan buku Terampil menulis Sinopsis dan Resensi Karya Sastra, Irzal Amin, (2021: 48), ringkasan cerita digunakan untuk mempermudah pembaca dalam mengetahui garis besar isi dari naskah. Adapun beragam jenis teks yang dapat ditulis rangkumannya, salah satunya yaitu cerita Kemelut di Majapahit.

Pada penyusunannya, terdapat langkah-langkah yang harus diperhatikan sebelum membuat suatu rangkuman cerita. Beberapa hal tersebut yaitu diawali dengan membaca naskah secara utuh, lalu mencatat gagasan yang penting, dan menulis ringkasan berdasarkan gagasan.

Untuk lebih jelasnya, inilah ringkasan cerita Kemelut di Majapahit yang menarik untuk dipelajari lebih lanjut dikutip dari buku buku Bahasa Indonesia Kelas XII, Maman Suryaman, dkk, (2018: 36-39).

Cerita Kemelut di Majapahit

Setelah Raden Wijaya berhasil menjadi Raja Majapahit pertama, kemudian Ronggo Lawe diangkat menjadi adipati di Tuban dan para senopati (perwira) yang lain-lain pun juga diberi pangkat. Akan tetapi, guncangan pertama yang memengaruhi hubungan ini adalah ketika Sang Prabu telah menikah dengan empat putri mendiang Raja Kertanegara.

Keempat orang puteri itu adalah Dyah Tribunan yang menjadi permaisuri, Dyah Nara Indraduhita, Dyah Jaya Inderadewi, dan Dyah Gayatri yang menjadi istri paling dikasihinya. Akan tetapi, datanglah pasukan yang diutus oleh mendiang Sang Prabu Kertanegara ke Negeri Malayu. Pasukan ekspedisi yang berhasil membawa pulang pula dua orang putri bersaudara.

Putri kedua bernama Dara Petak yang dijadikan istrinya yang kelima. Sang Prabu sangat mencintai istri termuda ini. Maka, terjadilah persaingan di antara para istri untuk memperebutkan perhatian Sri Baginda.

Kemudian, terjadilah hal lebih hebat akibat masuknya Dara Petak yang membakar hati Ronggo Lawe, yaitu pengangkatan patih Hamangkubumi sebagai pembesar tertinggi sesudah raja yaitu Senopati. Pengangkatan ini memang banyak terpengaruh oleh bujukan Dara Petak. Mendengar akan pengangkatan patih membuat Adipati Ronggo Lawe marah dan segera menuju Majapahit.

Ronggo Lawe seorang adipati, tanpa dipanggil, berani datang menghadap sang Prabu dan melontarkan teguran terkait pengangkatan Nambi sebagai patih Hamangkubumi. Semua senopati dan pembesar yang saat itu menghadap sang Prabu dan mendengar ucapan Ronggo Lawe terkejut. Bahkan, sebagian besar marah sekali.

Akan tetapi, sang Prabu Kertarajasa tetap tenang menghadapi Ronggo Lawe. Lalu, mengatakan bahwa keputusannya telah dipertimbangkan benar-benar dan mendapatkan persetujuan dari seluruh kakang senopati. Meskipun demikian, Ronggo Lawe masih belum terima dan terus melontarkan perkataan yang menyudutkan Nambi.

Demikian ringkasan cerita Kemelut di Majapahit yang dapat diketahui. Teks tersebut memuat pokok-pokok cerita, untuk memberikan gambaran utuh dari isi naskah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca. (Riyana)

Baca Juga: Ringkasan Cerita Malin Kundang Asal Sumatera Barat