Konten dari Pengguna

Ringkasan Cerita Malin Kundang Asal Sumatera Barat

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ringkasan Cerita Malin Kundang. Sumber: Pixabay/rohitink
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ringkasan Cerita Malin Kundang. Sumber: Pixabay/rohitink

Ringkasan cerita Malin Kundang sering kali dijadikan bahan ajar di sekolah. Hal ini karena cerita Malin Kundang penuh dengan pesan moral yang dapat dijadikan pelajaran, terlebih untuk anak-anak.

Malin Kundang sendiri merupakan salah satu cerita rakyat yang populer di Indonesia yang berasal dari Sumatra Barat. Cerita rakyat ini mencerminkan kultur budaya serta norma-norma yang berlaku di Sumatra Barat.

Ringkasan Cerita Malin Kundang

Ilustrasi Ringkasan Cerita Malin Kundang. Sumber: Pixabay/adi666

Sebenarnya Malin Kundang memiliki cerita yang cukup panjang. Meski begitu, keseluruhan cerita dirangkum sebagaimana dikutip dari buku Blak-Blakan Bahas Mapel Bahasa Indonesia SD, Astuti Rahayu (2012:149) sebagai berikut.

Sesuai judulnya, Malin Kundang berkisah tentang seorang anak bernama Malin. Ia termasuk anak yang cerdas, tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu.

Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya, Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.

Desa tempat Malin tinggal adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama-kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya.

Setelah menjadi kaya raya, Malin mempersunting seorang gadis cantik untuk menjadi istrinya.

Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin merasa sangat bersyukur dan gembira karena anaknya akhirnya telah berhasil.

Namun, ketika Malin pulang ke kampung halaman, ia tidak mengakui ibunya. Tidak berapa lama kemudian, Malin kembali meninggalkan kampung halamannya dan pergi berlayar.

Di tengah perjalanan pelayarannya, datang badai dahsyat yang menghancurkan kapal Malin Kundang. Tak lama kemudian, tubuh Malin perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan membeku hingga berbentuk menjadi sebuah batu karang.

Konon hal itu terjadi sebagai akibat dari sikap durhaka Malin kepada ibunya, sehingga dikutuk menjadi batu.

Sampai saat ini, Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama Pantai Air Manis yang berada di selatan kota Padang, Sumatera Barat. Di sekitarnya terdapat batu yang konon merupakan sisa-sisa kapal Malin Kundang.

Baca juga: 2 Cerita Rakyat Riau Singkat dan Menarik

Dari cerita rakyat ini, terdapat beberapa pesan moral yang bisa diambil. Di antaranya usaha yang sungguh-sungguh bisa membawa seseorang menuju kesuksesan, serta harus selalu rendah hati dan menghormati orang tua.

Demikian ringkasan cerita malin kundang yang berasal dari Sumatera Barat. Walaupun cerita rakyat ini tidak benar-benar nyata, tetapi pesan moralnya dapat dijadikan pembelajaran untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. (YAS)