Konten dari Pengguna

Ringkasan Cerita Putri Tujuh dan Pesan Moralnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ringkasan putri tujuh. sumber: Unsplash/Annie Spratt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ringkasan putri tujuh. sumber: Unsplash/Annie Spratt

Ringkasan cerita Putri Tujuh membantu seseorang untuk lebih memahami dan mengerti isi keseluruhan cerita. Kemampuan membaca dengan cermat juga akan meningkat, karena harus membaca keseluruhan cerita yang harus diringkas.

Cerita Putri Tujuh berasal dari Kepulauan Riau yang termasuk dalam kategori llegenda. Tepatnya tentang asal-usul kota Dumai. Jadi cerita ini termasuk kekayaan Nusantara yang menarik untuk disimak.

Ringkasan Cerita Putri Tujuh, Legenda dari Kota Dumai

Ilustrasi ringkasan putri tujuh. sumber: Unsplash/Adam Winger

Menurut buku Ayo Belajar Berbahasa Indonesia, Muh. Darisman, S.Pd. dkk (hal.83), ringkasan adalah kalimat utama yang terdapat pada paragraf yang diringkas harus ada dalam ringkasan.

Inilah ringkasan cerita Putri Tujuh dan pesan moral di dalamnya yang dapat menjadi pembelajaran dan memperkaya wawasan tentang cerita legenda di Indonesia.

Kerajaan Seri Bunga Tanjung yang dipimpin oleh Ratu Cik Sima memiliki tujuh orang putri yang cantik dan dikenal dengan sebutan Putri Tujuh. Putri bungsu bernama Mayang Sari yang paling cantik dikenal juga dengan nama Mayang Mengurai.

Ketika ketujuh putri mandi di Lubuh Umai, ada Pangeran Emang Kuala yang mengintip dan terpesona melihat kecantikan salah satu putri. Dia bergumam, " Gadis cantik di lubuk Umai, Ya, ya d'umai, d'umai..."

Kemudian, pangeran memutuskan untuk meminang sang putri bungsu. Akan tetapi menurut adat, putri tertualah yang berhak menerima pinangan. Tentu saja hal ini membuat Raja tidak terima akan penolakan tersebut.

Raja yang marah menyerang Kerajaan Seri Bunga Tanjung dan mengakibatkan pertempuran besar dan dahsyat yang dipimpin oleh sang Pangeran. Ratu Cik Sima segera menyembunyikan tujuh putrinya di sebuah gua di hutan. Ia kembali menghadapi pasukan Pangeran Empang Kuala.

Pertempuran berlangsung hingga tiga bulan lamanya. Banyak rakyat yang tewas dan Pangeran Empang Kuala juga sudah sangat lelah. Malamnya pasukan Pangeran Empang Kuala mundur karena kejadian buah bakau yang jatuh menusuk badan para pasukannya.

Ratu Cik Sima bersyukur, dan kembali ke hutan melihat putri-putrinya. Tetapi betapa terkejutnya, mereka semua telah ditemukan tidak bernyawa karena kelaparan, penyebabnya ialah perbekalan mereka telah habis.

Tak lama Ratu Cik Sima juga jatuh sakit dan meninggal dunia. Masyarakat Dumai meyakini bahwa nama kota Dumai diambil dari kata d'umai seperti yang pernah diucapkan Pangeran Empang Kuala.

Pesan moralnya adalah bijaksanalah mengambil keputusan, sebab akan banyak dampak yang dapat ditimbulkan dari keputusan tersebut.

Itulah ringkasan cerita Putri Tujuh yang menarik untuk disimak. Dengan membaca legenda, wawasan tentang cerita nusantara akan semakin bertambah. (DVA)

Baca Juga: Hikmah dari Cerita Lutung Kasarung dan Ringkasan Ceritanya yang Menginspirasi