Konten dari Pengguna

Ringkasan Cerita Timun Mas Dongeng Anak beserta Pesan Moralnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ringkasan cerita Timun Mas. Sumber: Pexels/Andrea Piacquadio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ringkasan cerita Timun Mas. Sumber: Pexels/Andrea Piacquadio

Ringkasan cerita Timun Mas menjadi salah satu dongeng klasik dari Indonesia yang telah dikenal luas di kalangan anak-anak. Cerita ini juga bukan hanya menyajikan kisah yang menarik dan menghibur, tetapi juga mengandung pesan moral yang berharga.

Timun Mas adalah dongeng yang penuh dengan pelajaran berharga untuk anak-anak. Dengan alur cerita yang menegangkan dan karakter yang kuat, dongeng ini mengajarkan banyak hal terkait keberanian hingga kecerdikan.

Ringkasan Cerita Timun Mas

Ilustrasi Ringkasan cerita Timun Mas. Sumber: Pexels/Leeloo The First

Ringkasan cerita Timun Mas menceritakan secara garis besar kejadian dongeng ini.

Berawal dari kehidupan seorang janda tua yang Bernama Mbok Sarni, hidup seorang diri dan sangat mendambakan seorang anak untuk menemaninya dalam kehidupan sehari-hari agar bisa mengurangi rasa kesepiannya.

Suatu sore, Mbok Sarni pergi ke hutan untuk mengumpulkan kayu bakar. Namun, tidak disangka ia bertemu dengan seorang raksasa. Sosok itu meminta seorang anak manusia kepada Mbok Sarni kalau ia ingin lewat dengan selamat.

Mbok Sarni lantas menjawab bahwa dirinya tidak memiliki anak dan ingin sekali memiliki anak. Lalu, setelah mengetahui itu, si raksasa memberinya biji mentimun, dia mengatakan kepada Mbok Sarni untuk menanam biji tersebut di depan rumahnya. Dalam dua minggu, Mbok sarni akan memiliki anak yang dijanjikan raksasa.

Akan tetapi, raksasa tidak memberikan seorang anak dengan cuma-cuma. Ada persyaratan yang diminta ke Mbok Sarni, yaitu si raksasa meminta agar anak tersebut harus diserahkan kepadanya jika sudah berusia 6 tahun.

Mbok Sarni menyanggupinya, lalu benar saja setelah dua minggu biji mentimun ditanam. Mbok Sarni menemukan seorang bayi cantik yang lahir dari salah satu buah mentimun besar. Lalu, bayi tersebut diberi nama Timun Mas dan merawatnya.

Seiringnya waktu, Timun Mas dan Mbok Sarni hidup seperti biasa dengan melakukan pekerjaan sehari-hari. Namun, ketenangan mereka mulai terusik saat raksasa datang untuk mengambil Timun Mas.

Mbok Sarni tidak memberikan Timun Mas begitu saja. Ia meminta penundaan selama dua tahun dengan dalih agar Timun Mas lebih sedap saat disantap oleh raksasa. Selama periode itu, Mbok Sarni terus mencari cara untuk melindungi anaknya dari cengkraman si raksasa.

Kemudian Mbok Sarni mendapat mimpi yang memberikannya petunjuk untuk menemui seorang petapa di gunung. Keesokannya, Timun Mas menemuinya dan menyampaikan tujuannya. Sang Petapa kemudian memberikan empat bungkusan kecil berisi biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. Petapa memerintahkan untuk melemparkan bungkusan tersebut saat dikejar raksasa.

Bermula dari situ, akhirnya Timun Mas dan Mbok Sarni hidup bersama selamanya dan keduanya saling mengasihi satu sama lain sepanjang hidupnya.

Pesan Moral Timun Mas

Ilustrasi Ringkasan cerita Timun Mas. Sumber: Pexels/Andrea Piacquadio

Kesimpulan dari cerita Timun Mas berkaitan dengan pesan moral yang terkandung dalam cerita yang menggambarkan kasih sayang ibu dan anak yang dibalut ketekunan dan kecerdikan dapat mengatasi kesulitan dan kejahatan.

Menurut buku 101 Cerita Nusantara, Tim Optima Pictures (2009), pesan moral yang didapatkan dalam cerita Timun Mas, yaitu:

  • Hendaklah berani dan selalu waspada kepada orang yang berbuat jahat.

  • Jangan putus asa menghadapi masalah.

  • Jangan mudah mengucapkan janji bila tidak bisa menepati janji.

  • Berbakti kepada orang tua.

  • Sabar dan tabah dalam menghadapi masalah.

Demikian ringksan cerita Timun Mas yang dapat diketahui. Semoga dapat memberikan banyak pelajaran dan pesan moral yang berharga bagi pembacanya. (DIA)

Baca Juga: Pengertian Dongeng Legenda, Ciri-ciri, dan Contohnya