Ringkasan Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ringkasan novel seringkali dicari oleh para pembaca sebelum membeli novel tersebut. Salah satu ringkasan yang banyak dicari yaitu ringkasan nobel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari.
Novel ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1982 dalam bentuk triilogi dengan judul Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari dan Jantera. Pada tahun 2003, Gramedia Pustaka Utama menerbitkan trilogi ini menjadi satu novel dengan judul Ronggeng Dukuh paruk.
Ringkasan Novel Ronggeng Dukuh Paruk
Dikutip dari buku Sekilas Tentang Bahasa Indonesia (Revisi): Catatan Mengenai Kebijakan Bahasa, Kaidah Ejaan, Pembelajaran Sastra, Penerjemahan dan BIPA, Fahrurrozi & Andri Wicaksono, (2017:170), novel merupakan hasil karya sastra yang berbentuk prosa fiksi dalam ukuran yang panjang dan luas yang di dalamnya mengubah nasib tokohnya.
Selain tokoh-tokoh yang diubah nasibnya, terdapat serangkaian peristiwa dan latar yang ditampilkan secara tersusun hingga bentuknya lebih panjang dibandingkan prosa rekaan yang lain. Karena itu, novel akan sangat lekat dengan imajinasi dari seorang penulisnya.
Salah satu sangat terkenal yaitu novel Ronggeng Dukuh Paruk. Novel Ronggeng Dukuh Paruk merupakan karya Ahmad Tohari yang menceritakan kehidupan masyarakat di Dukuh Paruk yang terbelakang dan melarat.
Oleh karena itu, ringkasan novel Ronggeng Dukuh Paruk cukup penting dibaca sebelum membaca keseluruhan isi novel ini. Berikut, ringkasan dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.
Srinthil merupakan bocah yang berusia 11 tahun yang berprofesi sebagai ronggeng. Srinthil dianggap keturunan Ki Secamenggala yang diyakini dapat mengembalikan citra pedukuhan.
Srinthil merupakan anak yatim piatu karena kedua orangnya tuanya meninggal setelah keracunan tempe bongkrek. Pada saat bayi, Srinthil dirawat oleh kakek-neneknya. Kakeknya meyakini bahwa Srinthil sudah kerasukan indang ronggeng dan ditakdirkan sebagai ronggeng dengan restu arwah Ki Secamenggala.
Karena adanya anggapan seperti itu, Srinthil digembleng menjadi ronggeng oleh Kartareja. Sebagai awalan, Srinthil mandi kembang di depan cungkup Makam Ki Secamenggala. Pada tahapan lain, Srinthil melakukan ritual buka kelambu.
Tahapan tersebut, merupakan tahapan yang wajib dilalui karena apabila tidak dilalui dapat menjadikan Srinthil tidak mendapat bayaran saat berpentas. Pada sisi lain, Rasus keberatan jika Srinthil harus melalui ritual dan syarat tersebut. Rasus merupakan teman main Srinthil sejak kecil. Rasus merasa sakit hati dan cemburu karena Srinthil menjadi ronggeng.
Ronggeng merupakan pekerjaan yang bagi para pekerjanya dimiliki oleh semua orang. Kegadisan Srinthil akan disayembarakan, hal ini yang membuat Rasus semakin marah karena tidak dapat berbuat banyak pada gadis yang dicintainya.
Pada suatu hari, terjadi pertengkaran antara Dower dan Sulam di samping rumah Kertareja yang memperebutkan keperawanan Srinthil. Rasus yang berada di sisi lain rumah tersebut, tidak bisa melakukan apapun. Namun, mendadak Srinthil muncul dari belakang rumah Kertareja dan mendatangi Rasus untuk meminta menggaulinya.
Srinthil lebih suka kehilangan keperawanan karena Rasus ketimbang dua orang tersebut. Rasus mengiyakan permintaan tersebut, setelah itu Srinthil kembali digauli oleh Dower dan Sulam. Sementara itu, Kertareja menikmati hasil menjadi mucikari berupa seringgit uang emas dari sulam dan seekor kerbau dan dua keping perak dari Dower.
Walaupun mendapatkan keperawanan Srinthil, Rasus justri benci padanya karena pekerjaan ronggeng tersebut, Rasus meninggalkan Dukuh Paruk dan Srinthil sebagai bayang-bayang ibunya yang telah pergi entah kemana. Srinthil sempat menawarkan dirinya kepada Rasus untuk dinikahi. Namun, Rasus yakin dengan keputusannya untuk menolaknya.
Itulah ringkasan novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Semoga dapat bermanfaat. (RFL)
Baca juga: 3 Contoh Sinopsis Novel yang Mudah Dipahami
