Rumus Massa Kalor beserta Konsepnya Menurut Ilmu Fisika

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perhitungan menggunakan rumus massa kalor tentu sudah tidak asing bagi siswa yang mempelajari ilmu fisika. Pasalnya, materi kalor banyak dipelajari di berbagai tingkat sekolah.
Meski begitu, sebaiknya tidak hanya rumusnya saja yang dipahami, namun juga konsepnya. Memahami rumus massa kalor beserta konsepnya dapat memudahkan dalam menguasai materi kalor secara keseluruhan.
Rumus Massa Kalor
Sesuai namanya, rumus massa kalor berkaitan dengan besar kalor, massa zat, kalor jenis zat, serta perubahan suhu zat. Keseluruhan faktor ini diperlukan untuk mencari banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau menurunkan suhu suatu benda.
Dikutip dari Buku Master SMP/MTs: Ringkasan Materi & Kumpulan Rumus Lengkap, Muhammad Hajid (2015:84), rumus kalor jenis yang menyatakan hubungan antara besar kalor, massa zat, kalor jenis zat, dan perubahan suhu dinyatakan dengan persamaan berikut.
Q = m.c.ΔT
Keterangan:
Q = banyaknya kalor yang diserap atau dilepaskan (joule)
m = massa zat (kg)
c = kalor jenis zat (joule/kg⁰C)
ΔT = perubahan suhu (⁰C)
Baca juga: Kalor Lebur: Pengertian dan Contoh Soalnya
Konsep Kalor Menurut Ilmu Fisika
Agar lebih afdol, sebaiknya tidak hanya rumusnya saja yang dipahami, namun juga konsep kalor itu sendiri.
Muhammad Hajid (2015:84) dalam bukunya mendefinisikan kalor sebagai suatu bentuk energi dan merupakan suatu besaran yang dilambangkan Q dengan satuan joule (J). Sedangkan satuan lainnya adalah kalori (kal).
Hubungan satuan joule dan kalori adalah sebagai berikut.
1 kalori = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kalori.
Kalor juga dapat diartikan sebagai bentuk energi yang berpindah dari benda dengan suhu yang lebih tinggi menuju benda dengan suhu lebih rendah jika kedua benda tersebut dipertemukan atau bersentuhan.
Saat kedua benda dipertemukan atau bersentuhan, maka akan muncul kalor yang mengalir atau berpindah. Perpindahan tersebut terjadi secara alami, sehingga bersifat cenderung menyamakan suhu kedua benda jika saling bertemu atau bersentuhan.
Jika suhu suatu benda tinggi, maka kalor yang dikandungnya sangat besar. Sebaliknya, jika suhu suatu benda rendah, maka kalor yang dikandungnya juga sedikit.
Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa besar kecilnya kalor yang ada pada suatu benda atau zat dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu massa zat, jenis zat, dan perubahan suhu.
Bisa dijabarkan pula bahwa hubungan kalor (Q) akan berbanding lurus dengan kenaikan suhu (ΔT) jika massa zat (m) dan kalor jenis zat (c) suatu benda itu tetap.
Sekian penjelasan mengenai rumus massa kalor beserta konsepnya dalam ilmu fisika. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan seputar materi kalor. (YAS)
