Konten dari Pengguna

Rumus Pembiasan Cahaya, Pengertian dan Hukumnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rumus pembiasan cahaya. Sumber: pexels.com/ElliotFais.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rumus pembiasan cahaya. Sumber: pexels.com/ElliotFais.

Rumus pembiasan cahaya digunakan untuk menghitung hal-hal yang berhubungan dengan pembiasan. Salah satu materi dalam pelajaran fisika ini penting untuk mengamati salah satu sifat cahaya.

Ada beberapa rumus yang bisa digunakan untuk mengerjakan soal-soal tentang pembiasan cahaya. Untuk menggunakan rumus-rumus tersebut, pengertian dan hukum pembiasan cahaya harus dipahami lebih dahulu.

Rumus Pembiasan Cahaya

Ilustrasi rumus pembiasan cahaya. Sumber: pexels.com/Pixabay.

Dikutip dari Kumpulan Rumus Terlengkap Matematika, Fisika, Kimia SMA Kelas X, XI, & XII, Wahyu Utara (2015:108), refraksi atau pembiasan cahaya adalah pembelokan arah rambat cahaya pada saat cahaya menembus dua medium dengan kerapatan optik berbeda.

Ada beberapa rumus pembiasan cahaya yang merupakan kesimpulan dari berbagai teori tentang pembiasan cahaya tersebut, yaitu:

1. Hukum Snellius atau Hukum Pembiasan

Isi hukum Snellius ada 2, yaitu:

  1. Sinar datang, garis normal dan sinar bias terletak pada satu bidang datar.

    Rumus: n₁sini = n₂sinr

    i: sudut datang, yaitu sudut antara sinar datang dan garis normal.

    r: sudut bias, yaitu sudut antara sinar bias dan garis normal.

    n₁: indeks bias medium asal sinar datang.

    n₂: indeks bias medium tempat sinar dibiaskan.

  2. Jika sinar datang dari medium yang kurang rapat ke medium yang lebih rapat (n₁ < n₂), sinar akan dibelokkan mendekati garis normal.

    Jika sinar datang dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat (n₁ > n₂), sinar akan dibelokkan menjauhi garis normal.

2. Indek Bias

Rumus ini digunakan untuk melengkapi hukum Snellius di atas.

Rumus indeks bias: n = c/cn

n: indeks bias relatif terhadap udara.

c: kecepatan cahaya = 300.000.000 m/det atau 3 x 10⁸ m/det.

cn: kecepatan cahaya pada medium tertentu.

3. Indeks Bias Mutlak

Indeks bias mutlak adalah perbandingan kecepatan cahaya di dalam ruang hampa dengan kecepatan cahaya dalam suatu medium.

Rumus cepat rambat cahaya: V = C/n

V: cepat rambat cahaya dalam medium (m/det).

C: cepat rambat cahaya di ruang hampa (3 x 10⁸ m/det).

n: indeks bias.

4. Indeks Bias Relatif Medium

Indeks bias relatif medium adalah perbandingan indeks bias medium 1 terhadap indeks bias medium 2.

Rumus: n₂.₁ = n2/n1 = V1/V2

n1: indeks bias medium 1.

n2: indeks bias medium 2.

V1: cepat rambat cahaya dalam medium 1 (m/det).

V2: cepat rambat cahaya dalam medium 2 (m/det).

Baca juga: Bagaimana Cahaya Merambat? Ini Penjelasannya

Itulah pembahasan seputar rumus pembiasan cahaya, pengertian dan hukumnya. Jika diresapi, rumus-rumus di atas bisa dijabarkan menjadi teori-teori yang menjelaskan tentang pembiasan cahaya. (lus)