Rumus Probabilitas Peluang dalam Mata Pelajaran Matematika

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumus probabilitas sering digunakan untuk menyelesaikan soal tentang peluang dalam mata pelajaran matematika. Rumus tersebut akan dipelajari pada bab terkait peluang.
Komponen yang diperlukan di dalam rumus tersebut yaitu banyaknya ruang sampel yang dilambangkan dengan n(s). Selain itu, diperlukan pula peluang munculnya kejadian yang dilambangkan dengan n(A).
Rumus Probabilitas dalam Matematika dan Penjelasannya
Mengutip dari buku Pengantar Statistika Industri: Pengenalan Teori Dasar Probabilitas oleh Fahriza Nurul Azizah, dkk. (hal. 99), kata probability memiliki makna kemungkinan. Secara umum, probabilitas adalah peluang akan terjadinya suatu hal.
Dalam pelajaran matematika, konsep probabilitas dipakai untuk melihat kemungkinan terjadinya kejadian tertentu. Contohnya, peluang munculnya gambar pada uang koin, peluang munculnya angka kembar pada dadu yang dikocok dan sebagainya.
Adapun rumus probabilitas dapat dituliskan:
P(A)= n(A)/n(s)
Keterangan:
P(A)= peluang terjadinya A
n(A)= jumlah A pada himpunan
n(s)= ruang sampel
Terkadang, siswa masih bingung untuk menentukan n(s) atau ruang sampel yang mengakibatkan salah memasukkan angka pada rumus. Untuk lebih memahaminya bisa dilihat analogi atau perumpamaan berikut.
Jika ada sebuah percobaan melemparkan uang koin, maka peluang kejadian yang mungkin muncul hanya ada dua, yaitu gambar (G) dan angka (A). Keduanya bisa disimbolkan dalam notasi himpunan s, sehingga menjadi s = {A, G}.
Himpunan s tersebut menjelaskan banyaknya anggota dari s atau disebut sebagai ruang sampel dengan notasi n(s), sehingga dalam kasus percobaan pelemparan koin ini jumlah (s) adalah 2.
Sedangkan n(A) adalah jumlah kejadian yang diharapkan untuk muncul. Misalnya pada pelemparan koin di atas, yang diharapkan muncul adalah G, maka n(A) dapat dituliskan berjumlah 1.
Jika dimasukkan ke dalam rumus probabilitas, kemungkinan munculnya gambar pada pelemparan koin adalah sebagai berikut.
P(A)= n(A)/n(s)
P(A)= 1/2
Penjelasan: n(A) bernilai 1 karena gambar pada koin hanya ada 1, sedangkan n(s) bernilai 2 karena anggota himpunan atau ruang sampelnya ada 2, yaitu koin dan gambar. Hasil perhitungan menjadi 1/2 karena penempatan angkanya disesuaikan dengan rumus.
Mengaplikasikan rumus probabilitas pada sebuah kejadian akan menjadi mudah ketika siswa bisa membedakan antara n(A) dengan n(s). Kuncinya hanya perlu membaca soal dengan teliti untuk dapat menentukan mana yang termasuk n(A) dan n(s). (IMA)
Baca juga: Rumus Volume Limas Segitiga dalam Matematika dan Contoh Soalnya
