Sedimentasi: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sedimentasi adalah proses penumpukan material yang sering terjadi di daerah rendah, seperti muara sungai. Sedimentasi merupakan peristiwa alam yang terjadi dalam waktu yang lama. Pada kawasan tertentu, sedimentasi sering dianggap sebagai gangguan.
Dalam sains, sedimentasi dipelajari untuk memahami perilaku alam agar dapat diantisipasi atau bahkan dimanfaatkan, antara lain untuk pariwisata. Apalagi proses terjadinya sendimentasi ini ternyata bermacam-macam.
Sedimentasi adalah Proses Penumpukan Material
Dikutip dari Pengetahuan Sosial: Geografi untuk SMP Kelas 1, Idianto Mu'in MK (2004:39), pengertian lengkap sedimentasi adalah proses penumpukan atau penampatan material hasil pelapukan, erosi, dan maswasting pada tempat-tempat tertentu.
Material sedimentasi dibawa oleh aliran air hujan dari suatu tempat yang mengalami erosi lalu masuk ke badan sungai. Umumnya sedimentasi terjadi pada daerah-daerah yang relatif rendah, seperti kaki gunung, waduk, daerah banjir dan sebagainya.
Material yang mengendap antara lain pasir, tanah liat dan batuan. Batuan yang telah diendapkan dinamakan batuan endapan atau batuan sedimen. Wujud batuan sedimen berlapis-lapis dan sering ditemukan fosil di dalamnya akibat proses yang berjalan sangat lama.
Jenis-jenis Sedimentasi
Berdasarkan agen atau tenaga yang mengendapkan, sedimentasi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
Sedimentasi oleh aliran sungai atau sedimen akuatis.
Contoh: floodplain yang terjadi di kanan dan kiri sungai, kipas alluvial yang menyerupai kipas raksasa, teras alluvial yang bertingkat-tingkat di kanan dan kiri sungai, serta delta di daerah muara.
Sedimentasi oleh angin atau sedimen aeolis atau aeris.
Contoh: sand dune yang berupa bukit-bukit kecil atau tumpukan pasir dan barchan yang menyerupai sand dune tapi terpisah-pisah.
Sedimentasi oleh gelombang air laut.
Contoh: gosong pasir.
Sedimentasi akibat aktivitas gletser atau sedimen glasial.
Sedangkan berdasarkan tempat pengendapannya, sedimentasi meliputi:
Sedimen teristris.
Endapan ini dipengaruhi oleh tenaga air, es, dan angin. Hasilnya berupa lahan baru.
Sedimen marine.
Endapan ini terjadi di laut. Materialnya berupa sisa-sisa cangkang hewan, seperti moluska, alga, dan foraminifera. Karena itu, endapan ini banyak mengandung kapur.
Sedimen limnis atau lakustrin.
Endapan ini terjadi di danau.
Sedimen fluvial.
Endapan ini terjadi di wilayah hilir atau muara sungai. Contohnya berupa delta.
Sedimen glasial atau morain.
Contohnya iceberg atau bongkahan es yang diombang-ambingkan gelombang laut atau sungai.
Baca juga: Gumuk Pasir: Pengertian dan Proses Terjadinya
Demikianlah penjelasan bahwa sedimentasi adalah proses penumpukan material. Kesadaran untuk tidak membuang sampah di sungai harus ditingkatkan agar tidak terkumpul bersama material lain di daerah endapan di muara. (lus)
