Konten dari Pengguna

Siapa yang bertanggung Jawab dalam Pendidikan Nilai di Sekolah? Ini Jawabannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa yang bertanggung Jawab dalam Pendidikan Nilai di Sekolah. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Adam
zoom-in-whitePerbesar
Siapa yang bertanggung Jawab dalam Pendidikan Nilai di Sekolah. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Adam

Siapa yang bertanggung jawab dalam pendidikan nilai di sekolah? Banyak orang langsung jawab, guru agama, atau mungkin guru PPKn.

Tapi kalau diperhatikan lebih dalam, justru semua guru punya andil besar, tidak peduli apa mata pelajarannya. Setiap guru, entah itu mengajar IPA, IPS, seni, atau matematika, sebenarnya punya kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan.

Siapa yang bertanggung Jawab dalam Pendidikan Nilai di Sekolah? Cari Tahu Jawabannya

Siapa yang bertanggung Jawab dalam Pendidikan Nilai di Sekolah. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Adam

Dikutip dari buku Kinerja Guru, Didi (2018), guru adalah pendidik profesional dengan beberapa tugas utama. Mulai dari mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

Siapa yang bertanggung jawab dalam pendidikan nilai di sekolah? Jawabannya adalah semua guru pada mata pelajaran apapun bertanggung jawab dalam pendidikan nilai disekolah.

Misalnya, guru matematika yang tegas soal kejujuran saat ujian, tanpa toleransi menyontek. Itu sudah bentuk pendidikan nilai. Guru olahraga yang memberi semangat pada tim yang kalah juga sedang mengajarkan sportivitas dan ketegaran.

Terkadang guru seni membebaskan muridnya mengekspresikan perasaan lewat lukisan. Ia tak hanya mengajarkan teknik, tapi juga empati dan penghargaan terhadap perbedaan.

Dari situ dapat disadari bahwa nilai itu bisa disisipkan di mana saja, kapan saja, oleh siapa saja. Tapi, memang tidak semua guru sadar ia punya peran seperti itu.

Ada yang merasa, “Tugas saya hanya mengajarkan rumus.” Padahal anak-anak belajar bukan cuma dari papan tulis, tapi juga dari cara guru berbicara, menyapa, bahkan memberi teguran.

Siswa mengamati, meniru, lalu menyerap nilai-nilai itu pelan-pelan. Makanya penting sekali untuk semua guru menyadari bahwa pendidikan bukan cuma soal otak, tapi juga soal hati.

Menumbuhkan karakter bukan cuma tanggung jawab satu bidang studi tapi dilakukan bersama-sama. Tidak bisa hanya mengandalkan satu guru, satu pelajaran, atau satu jam seminggu.

Banyak guru yang sekarang sudah mulai sadar, dan pelan-pelan mengubah pendekatan mengajarnya. Guru mulai menyisipkan nilai tanggung jawab, disiplin, hingga rasa hormat lewat cara yang sederhana, tapi konsisten dan itu justru lebih membekas.

Jadi, kalau ditanya "Siapa yang bertanggung jawab dalam pendidikan nilai di sekolah?", jawabannya adalah semua guru, tanpa kecuali. (Msr)

Baca juga: Apa yang Akan Terjadi Apabila Tidak Ada Kesamaan Nilai? Inilah Jawabannya