Konten dari Pengguna

Siklus Akuntansi: Pengertian dan Tahapan Alurnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi siklus akuntansi adalah. Sumber: Unsplash/Sarah Elizabeth
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siklus akuntansi adalah. Sumber: Unsplash/Sarah Elizabeth

Siklus akuntansi adalah proses dalam menganalisis akuntansi perusahaan. Setiap bisnis sebaiknya menerapkan siklus tersebut dengan tepat dan sesuai dengan tahapannya.

Kegiatan yang berkaitan dengan siklus akuntansi berupa pengidentifikasian, pengukuran, hingga laporan informasi ekonomi. Oleh sebab itu proses ini dinilai sangat penting karena seluruh transaksi dapat tercatat dengan baik.

Pengertian Siklus Akuntansi dan Tahapannya

Ilustrasi siklus akuntansi adalah. Sumber: Unsplash/Isaac Smith

Dasar dalam menyusun laporan keuangan suatu perusahaan adalah memahami siklus akuntansi. Hal tersebut menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan menentukan pengambilan keputusan yang terkait keuangan.

Menurut buku Siklus Akuntansi Paham dan Bisa!, Erni Cahyani Ibrahim (2022), pengertian siklus akuntansi adalah proses berjenjang atau bertahap untuk mengidentifikasi, menganalisis, merekam, peristiwa akuntansi perusahaan.

Adapun yang penting diketahui dalam siklus akuntansi adalah tahapan prosesnya adalah sebagai berikut.

1. Transaksi Identifikasi dan Analisis

Langkah pertama harus menganalisis transaksi yang membuat perubahan posisi keuangan. Seluruh transaksi harus memiliki bukti.

2. Pencatatan ke Jurnal

Jurnal adalah catatan kronologis dari senua transaksi dalam satu periode dan jurnal khusus dibuat untuk meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi berulang.

3. Posting Buku Besar

Buku besar merupakan kumpulan rekening pembukuan masing-masing. Dan semua diberi kode-kode yang memudahkan dalam pencatatan keuangan.

4. Penyusunan Neraca Saldo

Neraca saldo adalah daftar saldo rekening-rekening buku besar pada periode tertentu. Jika terjadi kesalahan maka seorang akuntan harus mencari kesalahan yang terjadi.

5. Jurnal Penyesuaian

Penyesuaian dilakukan secara periodik, biasanya saat laporan akan disusun. Pencatatan penyesuaian sama seperti pencatatan transaksi umumnya.

6. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Isinya adalah daftar dari semua akun dan saldo yang terkandung dari buku besar setelah entri penyesuaian untuk periode tersebut.

7. Penyusunan Laporan Kuangan

Laporan tentang semua transaksi keuangan yang terjadi, mulai dari jurnal, neraca saldo, hingga laporan laba rugi perusahaan.

8. Jurnal Penutup

Jurnal penutup dibuat pada akhir periode akuntansi saja. Fungsi utamanya yakni melakukan penutupan rekening pada rekening laba rugi pada periode tertentu. Pada akhir periode akuntansi, rekening nominal sudah selesai menjalankan fungsinya sehingga harus ditutup.

Baca Juga: Pengertian Akuntansi Forensik dan Tahapan Pelaksanaannya

Jadi, siklus akuntansi adalah proses yang penting untuk mencatat setiap transaksi perusahaan. Dengan begitu seluruh keuangan perusahaan akan terpantau dengan baik dan mudah ketika evaluasi. (Dva)