Konten dari Pengguna

Sinopsis Cerpen Robohnya Surau Kami Karya A.A. Navis

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. Sinopsis cerpen Robohnya Surau Kami. Sumber: Pexels / Monstera Production
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Sinopsis cerpen Robohnya Surau Kami. Sumber: Pexels / Monstera Production

Cerpen Robohnya Surau Kami merupakan karya dari A.A. Navis yang pernah memiliki ketenaran di dunia sastra. Cerpen ini pertama kali terbit pada tahun 1955. Dengan cukup tenarnya cerpen ini, menjadikan banyak masyarakat yang mencari sinopsis cerpen Robohnya Surau Kami.

Cerpen di Indonesia merupakan salah satu karya sastra yang cukup terkenal dan sangat banyak peminatnya. Dengan begitu, banyak cerpen yang terkenal salah satunya cerpen Robohnya Surau Kami.

Sinopsis Cerpen Robohnya Surau Kami

Ilustrasi. Sinopsis cerpen Robohnya Surau Kami. Sumber: Pexels / Victor

Dikutip dari buku Seputar Naskah Televisi, Pengetahuan Dasar untuk Pemula, Indah Susanti, (2021:17), sinopsis merupakan ringkasan yang menggambarkan cerita secara garis besar. Berangkat dari sinopsis ini, maka nantinya akan menceritakan lebih detail sesuai dengan cerita yang akan dibangun.

Cerpen Robohnya Surau Kami menceritakan kisah tragis matinya seorang kakek penjaga surau di kota kelahiran tokoh utama cerpen tersebut. Berikut sinopsis cerpen Robohnya Surau Kami.

Garin merupakan seorang kakek penjaga surau (takmir). Ia menjadi penjaga surau yang tidak mendapatkan gaji atau honor apapun. Ia hidup dengan mengandalkan sedekah yang hanya didapatkan pada hari Jumat.

Garin memiliki pekerjaan sambilan sebagai pengasah pisau atau gunting. Namun, apabila yang meminta tolong seorang perempuan maka imbalannya adalah sambal.

Suatu ketika, Garin terlihat murung, sedih, kesal dan bermuram. Ia duduk termenung di serambi surau ditemani oleh peralatan asahan. Ia baru saja bertemu dengan Ajo Sidi sang pembuat cerita.

Ajo Sidi si pembohong menceritakan seorang bernama Haji Shaleh kepada Garin. Haji Shaleh dulunya merupakan orang yang selalu beribadah, taat menjalankan perintahnya dan selalu bertakwa kepada tuhan Namun, Haji Shaleh di akhirat malah dimasukkan ke dalam neraka.

Dalam ceritanya, Haji Shaleh tidak pernah mengingat anak dan istrinya. Dia hanya memikirkan hidupnya sendiri dan segala kehidupan lahir batin diserahkan kepada Tuhan. Dia tak berusaha terhadap orang lain yang bahkan dia tidak pernah membunuh seekor lalat pun.

Kehidupan Haji Shaleh selalu bersujud, memuji dan berdoa kepada Tuhan. Setelah mendengarkan cerita dari Ajo Sidi, Garintermenung dan memikirkan seolah ia merasakan apa yang dirasakan oleh Haji Shaleh.

Keesokan harinya, Garin mengakhiri hidupnya dengan menggorok lehernya sendiri dengan pisau cukur. Berita kematian kakek Garin tersebar ke seluruh kampung.

Namun, Ajo Sidi yang bisa dikatakan sebagai penyebab kematian Garin, malah tetap bekerja. Malahan sebelum ia berangkat bekerja, ia berpesan kepada istrinya untuk membelikan kain kafan untuk mengafani jenazah kakek Garin.

Demikian sinopsis cerpen Robohnya Surau Kami. Cerita ini memiliki pesan moral yang cukup dalam kepada masyarakat agar tidak mudah tertipu oleh cerita orang lain. (RFL)

Baca juga: Sinopsis Mr Plankton Drama Korea Terbaru