Sistem Gerak: Komponen Penyusun dan Gangguannya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem gerak adalah sistem yang membantu manusia agar bisa bergerak sesuai yang dikehendaki. Ketika menggerakkan tubuh, diperlukan kerja sama dari berbagai organ agar tubuh bisa seimbang.
Adapun komponen dari sistem gerak yaitu tulang, otot, sendi, rangka, dan organ-organ lainnya. Semuanya memiliki peranan penting dalam menghasilkan gerak sehingga manusia harus menjaganya agar tidak terkena gangguan kesehatan.
Komponen Penyusun Sistem Gerak
Sistem gerak adalah sistem dalam tubuh yang membantu manusia agar tidak menghasilkan gerakan yang berlebihan. Mengutip dari buku IPA Terpadu VIII A, Agung Wijaya, Budi Suryatin, dan Das Salirawati (29), berikut ini penjelasan mengenai komponen penyusun dalam sistem gerak.
1. Tulang
Komponen penyusun pertama dalam sistem gerak adalah tulang yang memiliki banyak fungsi seperti menegakkan tubuh. Tulang juga dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu sebagai berikut.
Tulang berdasarkan posisinya terdiri dari tulang tengkorak, tulang dada, tulang rusuk, dan ruas-ruas tulang belakang.
Tulang berdasarkan bentuknya terdiri dari tulang panjang atau tulang pipa, tulang pendek, tulang pipih, dan tulang tidak beraturan.
Tulang berdasarkan penyusunnya terdiri atas tulang keras dan tulang rawan.
2. Persendian
Komponen berikutnya adalah persendian yang merupakan hubungan antar tulang dengan tulang. Persendian kadang terasa longgar sehingga membuat tulang dapat bergerak bebas. Namun, ada juga hubungan tulang yang sangat erat sehingga tidak bisa digerakkan.
Pengelompokkan persendian terbagi berdasarkan ada dan tidaknya gerakan. Terbagi menjadi tiga yaitu sinartrosis yang merupakan persendian erat sehingga tidak memungkinkan adanya gerak. Contohnya adalah persendian tulang-tulang tengkorak.
Ada juga amfiatrosis yaitu persendian yang memungkinkan adanya gerakan seperti ruas-ruas tulang belakang. Terakhir adalah diartrosis yaitu persendian yang memungkinkan adanya gerakan bebas.
Terbagi menjadi 6 persendian yaitu sendi engsel, sendi luncur, sendi peluru, sendi putar, sendi pelana, dan sendi elipsoidal.
3. Otot
Terakhir adalah sistem otot yang merupakan alat untuk gerakan aktif manusia. Ada dua gerakan yang dihasilkan oleh otot yaitu gerakan berpindah tempat seperti berlari dan berjalan serta geraan sebagian tubuh seperti menggelengkan kepala.
Gangguan pada Sistem Gerak
Penyebab gangguan sistem gerak di bawah ini adalah karena tidak menjaga kesehatan otot dan tulang sehingga tubuh kekurangan nutrisi serta faktor genetika. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Fibrosis
Fibrosis adalah pembentukan jaringan fibrosa karena adanya penumpukan serat kolagen yang jumlahnya banyak.
2. Fibrositis
Fibrositis adalah peradangan yang terjadi pada bagian fibrosa sehingga otot terasa kaku.
3. Distrofi Otot
Pengertian distrofi otot adalah degenerasi otot yang merupakan penyakit keturunan sehingga otot rangka terasa lemah.
Baca Juga: Mengenal Kanalikuli dalam Tubuh Manusia
Sistem gerak adalah sistem yang terdiri dari otot, tulang, serta persendian. Tanpa adanya sistem gerak, manusia akan kesulitan untuk melakukan aktivitas. (GTA)
