Konten dari Pengguna

Skoliosis: Jenis-jenis, Gejala, dan Langkah Pengobatan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

skoliosis adalah. Sumber: pexels.com/Anna Shvets
zoom-in-whitePerbesar
skoliosis adalah. Sumber: pexels.com/Anna Shvets

Skoliosis adalah gangguan yang menyerang tulang belakang sehingga mengalami perubahan bentuk menjadi menyamping atau melengkung. Bentuk ini tidak normal sehingga perlu pengobatan dari dokter.

Gangguan skoliosis lebih sering menyerang anak-anak yang belum memasuki masa pubertas. Skoliosis merupakan kondisi serius, hanya saja perlu pengawasan dokter untuk melakukan X-ray agar mengetahui perkembangannya.

Gejala dan Jenis-Jenis Skoliosis

skoliosis adalah. Sumber: pexels.com/Cottonbro Studio

Selain anak-anak, orang dewasa juga kerap mengalami skoliosis dan jika parah, penderitanya akan merasa susah bernapas. Untuk kasus yang lebih parah, bisa berubah menjadi kelumpuhan.

Mengutip dari buku Aku dan Skoliosis, Maureen Kartika dan Irwanto, (2020:12), skoliosis adalah suatu kondisi muskuloskeletal yang terjadi di tulang belakang dan ditandai dengan pembentukan tulang melengkung.

Kelengkungan yang terjadi itu tidak normal karena melebihi 10 derajat bahkan membentuk huruf C atau S, sehingga harus dibawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Skoliosis umumnya terjadi pada anak-anak perempuan di masa pubertas.

Di bawah ini adalah gejala dan jenis-jenis skoliosis yang menyerang tulang bagian belakang.

1. Gejala Skoliosis

  • Salah satu bahu akan tampak lebih tinggi

  • Mengalami kelelahan akibat ketegangan otot

  • Mati rasa dan nyeri di bagian kaki karena saraf terjepit

  • Punggung terasa kaku

  • Nyeri di bagian punggung bawah

  • Condong ke satu sisi

  • Salah satu tulang belikat akan tampak lebih menonjol

  • Muncul tonjolah pada salah satu bagian pinggung

2. Jenis-Jenis Skoliosis

  • Neuromuscular Skoliosis

Skoliosis yang disebabkan karena adanya gangguan pada otot salah satunya adalah cystic fibrosis.

  • Skoliosis Congenital

Skoliosis ini terjadi sejak seorang anak dilahirkan dan disebabkan oleh tulang belakang yang belum terbentuk secara sempurna.

  • Idiopathic Skoliosis

Gangguan pada tulang belakang yang masih tidak diketahui apa penyebab pastinya dan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu untuk usia 0 sampai 3 tahun, usia 3 sampai 10 tahun, dan usia 10 sampai 18 tahun.

  • Traumatic Skoliosis

Terakhir adalah traumatic skoliosis yang disebabkan oleh peristiwa traumatis yang menyerang tulang belakang seperti patah tulang.

Pengobatan Skoliosis

skoliosis adalah. Sumber: pexels.com/Mart Production

Keempat jenis skoliosis di atas dapat ditangani dengan beberapa pengobatan seperti penyangga tulang dan operasi, berikut penjelasannya.

1. Penyangga Tulang Belakang

Penyangga tulang belakang dapat diberikan kepada anak-anak yang masih mengalami masa pertumbuhan. Pengobatan ini diberikan apabila lengkungan kurang lebih 20 derajat.

2. Operasi Pertumbuhan Tulang Belakang dan Tulang Rusuk

Terakhir adalah dengan menjalani operasi tulang belakang dan tulang rusuk apabila skoliosis yang terjadi sangat serius. Dokter akan menempelkan tongkat ke bagian tulang belakang atau tulang rusuk agar tulang bisa tumbuh dengan baik.

Baca Juga: Mengenal Kifosis, Penyebab, beserta Cara Mengobatinya

Skoliosis adalah kondisi tulang yang perlu diwaspadai karena bisa menyerang anak-anak. Salah satu gejala skoliosis, yaitu bentuk bahu yang lebih tinggi. (GTA)