Struktur Floem Sebagai Jaringan Pengangkut pada Tumbuhan

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tumbuhan memiliki jaringan khusus yang berfungsi untuk mendistribusikan hasil fotosintesis untuk kebutuhannya. Jaringan tersebut adalah jaringan pengangkut. Salah satu jenis jaringan pengangkut adalah floem. Terdapat beberapa struktur floem yang perlu dipahami.
Floem berfungsi sebagai jaringan pengangkut yang mengangkut hasil fotosintesis. Floem biasa juga disebut dengan pembuluh tapis. Jaringan ini membantu memastikan bahwa nutrisi dan energi didistribusikan secara efisien ke seluruh tumbuhan.
Jaringan Floem pada Tumbuhan
Floem adalah salah satu jaringan pengangkut pada tumbuhan yang berfungsi untuk mengangkut glukosa, gula, dan nutrisi, ke bagian-bagian tumbuhan yang membutuhkan. Terdapat struktur floem yang melibatkan beberapa komponen penting untuk tumbuhan.
Mengutip buku Biologi Kelompok Pertanian dan Kesehatan untuk SMK kelas X karya Deden Abdurahman (2008:12) floem berfungsi mengangkut zat hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Adapun beberapa ciri-ciri jaringan floem yang perlu diketahui.
Dibentuk oleh sel-sel yang masih hidup, sehingga mampu mengangkut nutrisi yang juga masih hidup.
Penyebarannya terletak di sekitar permukaan luar batang dan akar tanaman.
Floem membentuk lapisan tipis yang melindungi batang dan akar dari potensi kerusakan mekanis serta dampak lingkungan.
Perannya melibatkan pemeliharaan keseimbangan nutrisi dan energi dalam organisme tumbuhan.
Terlibat dalam proses pembentukan buah dan biji, karena nutrisi yang diangkut oleh floem menjadi penting untuk perkembangan biji.
Struktur Floem sebagai Jaringan Pengangkut
Selain memahami ciri-ciri dan pengertian jaringan floem, perlu juga memahami struktur floem. Terdapat beberapa struktur floem yang perlu diketahui. Berikut adalah penjelasan mengenai struktur floem.
1. Unsur Tapis
Unsur tapis melibatkan sel panjang dengan ujung berpori, yang disebut lempeng tapis. Pori-pori pada lempeng tapis memungkinkan pertukaran zat-zat melalui plasmodesmata, membentuk saluran yang menghubungkan unsur tapis satu dengan lainnya.
2. Sel Pengiring
Sel pengiring membentuk untaian sel yang menyerupai parenkim dan berfungsi dalam pengaturan proses pengaliran zat makanan dalam pembuluh tapis. Sebagai sel hidup yang terhubung secara fungsional dengan sel-sel berberkas saring, sel pengiring mendukung metabolisme dan transportasi nutrisi.
3. Serat Oem
Serat oem dapat berupa sel hidup atau mati yang memberikan kekuatan dan dukungan mekanis pada jaringan floem. Kontribusi serat oem terhadap struktur floem menjaga integritas jaringan selama proses transportasi zat-zat.
4. Parenkim Oem
Parenkim oem berfungsi sebagai tempat penyimpanan zat tepung, lemak, dan zat organik lainnya. Penyimpanan ini membantu dalam penyediaan cadangan energi dan nutrisi yang dibutuhkan tumbuhan.
5. Sel Albumin
Sel albumin mencakup sel jari-jari empulur dan parenkim buluh tapis, yang berperan seperti sel pengiring. Fungsinya mencakup dukungan pada proses pengaliran zat makanan dan pengaturan metabolisme dalam floem.
Baca juga: 4 Elemen yang Dibutuhkan Tanaman untuk Melakukan Proses Fotosintesis
Demikianlah penjelasan mengenai struktur floem yang perlu diketahui beserta dengan penjelasan dan ciri-ciri dari jaringan floem. Dengan struktur yang dimiliki jaringan floem, maka akan membuat floem lebih efektif dalam mengangkut nutrisi ke seluruh bagian tumbuhan (BAI)
