Susunan Acara Istighosah dan Doa Bersama dari Awal sampai Akhir

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Susunan acara istighosah dan doa bersama sebaiknya disusun dengan baik sehingga acara dapat berjalan dengan lancar dan hidmat. Mengingat dari nama acaranya, yakni istighosah, yang merupakan kegiatan bermakna meminta pertolongan.
Dikutip dari buku Hujjah Amaliyah Ahlusunnah Waljama’ah, Muhammad Ropi’i, (2022: 111), istighosah berarti meminta pertolongan ketika dalam keadaan sukar atau sulit. Tentunya dibutuhkan kesungguhan supaya permintaan dikabulkan Allah Swt.
Susunan Acara Istighosah dan Doa Bersama Lengkap
Susunan acara istighosah biasanya digabungkan dengan hajat atau tujuan lain seperti doa bersama atau pengajian akbar. Berikut ini adalah susunan acara istighosah dan doa bersama.
1. Penampilan Hadrah atau Jimbe
Penampilan hadrah, jimbe, kasidah, atau penampilan lain bernuansa Islami dilaksanakan sebagai penyambutan pada jamaah sebelum acara dimulai. Penampilan pembuka dapat dilaksanakan sekitar 15-30 menit sebelum acara pembukaan.
2. Pembukaan
Pembukaan acara dilaksanakan oleh MC atau pembawa acara. Setelah acara pembukaan pembawa acara mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan, tokoh-tokoh yang dimuliakan, dan jemaah yang hadir dalam istighosah.
3. Pembacaan Kalam Ilahi
Pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebaiknya dipilihkan pada ayat yang berkaitan dengan ujian dan pertolongan dari Allah, seperti surat Al-Baqarah ayat 214.
Artinya “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat”.
4. Menyanyikan Lagu Kebangsaan
Menyanyikan lagu kebangsaan yang diikuti seluruh jemaah dapat dilanjutkan dengan lagu mars persyarikatan, seperti Ya Lal Wathon atau Sang Surya. Acara dipimpin oleh petugas dan jamah diminta berdiri ketika menyanyikan lagu kebangsaan dan mars persyarikatan.
5. Selawat Nabi
Pembacaan selawat nabi dapat dipimpin oleh petugas khusus atau oleh pembawa acara. Pembacaan shalawat diikuti oleh semua jemaah atau peserta istighasah.
6. Kata Sambutan
Rangkaian kata sambutan di antaranya disampaikan oleh ketua panitia, pejabat pemerintah yang hadir, dan pimpinan jemaah. Dalam sambutan disampaikan maksud dan tujuan diselenggarakannya istigosah.
7. Doa Bersama
Doa bersama dipimpin oleh petugas khusus, yakni oleh pimpinan jemaah. Doa berisi permintaan ampunan pada Allah Swt.
8. Pembacaan istighosah
Pembacaan istighosah dapat dipimpin oleh pemimpin doa bersama.
9. Pembacaan Surat Yasin dan Tahlil
Pembacaan surat Yasin dan Tahlil mengikuti doa dan istighasah dan menjadi penutup rangkaian doa bersama.
10. Penutup
Penutupan acara dilaksanakan oleh pembawa acara, diawali dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam acara istighasah.
11. Penampilan Hadrah atau Jimbe
Penampilan Hadrah atau penampilan lainnya menjadi penutup rangkaian acara, sekaligus mengiringi jemaah meninggalkan lokasi acara.
Baca juga: 6 Manfaat Doa Nurbuat dan Cara Mengamalkannya
Demikian pembahasan tentang susunan acara istighosah. Di sela-sela acara, dapat disampaikan pada jemaah untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan. Semoga bermanfaat. (STA)
