Syarat Berpuasa Wajib dan Sah Bagi Umat Islam

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjalankan puasa termasuk ke dalam rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim. Sebelum melaksanakan puasa, wajib tahu terlebih dulu syarat berpuasa agar puasanya berkah dan diterima oleh Allah SWT.
Dalam Islam, ada banyak dua jenis puasa yaitu puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib adalah puasa yang harus dilaksanakan, apabila meninggalkannya akan berdosa. Sedangkan puasa sunnah, apabila melaksanakannya mendapat pahala, jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa.
Syarat Berpuasa Wajib dan Sah dalam Islam
Puasa dalam bahasa Arab disebut shoum yang berarti menahan. Pengertian menurut syariat, puasa memiliki makna menahan makan, minum, melakukan hubungan suami istri dari waktu fajar sampai magrib tiba.
Kewajiban umat Islam menjalankan puasa tertulis dengan jelas dalam surah Al Baqarah ayat 183.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, https://muhammadiyah.or.id/, di ujung ayat Al Baqarah 183, ibadah puasa disebut agar bisa membentuk pribadi yang bertakwa (la alakum tattaqun). Menurut Buya Hamka, umat Islam dilatih untuk bisa mengendalikan diri terutama dua syahwat alamiahnya yaitu syahwat kelamin dan syahwat perut.
Untuk itu setiap umat Muslim, harus tahu apa saja syarat berpuasa wajib. Berikut penjelasannya.
Islam
Sudah jelas dalam surah Al Baqarah ayat 183 yang menyebutkan wahai orang-orang beriman. Ini dimaksud adalah orang-orang yang beragama Islam.
Baligh
Syarat berpuasa wajib kedua adalah baligh. Ukuran dari baligh adalah anak laki-laki yang telah mengeluarkan mani dari kemaluan baik dalam keadaan terjaga atau tidur. Bagi perempuan telah mengalami menstruasi.
Sedangkan anak kecil yang belum baligh tidak dibebankan berpuasa tapi oleh orang tua bisa diajarkan caranya agar bisa terbiasa. Sehingga, anak tersebut tahu kewajiban syariat.
Berakal
Syarat berpuasa wajib adalah berakal. Orang yang tidak berakal dan mabuk tidak diwajibkan untuk berpuasa. Kecuali orang yang mabuk dengan sengaja, maka diwajibkan menjalankan ibadah puasa wajib di lain hari.
Kuat dan mampu
Syarat berikutnya adalah kuat dan mampu untuk berpuasa. Dalam hal ini apabila seorang muslim sakit, hamil, melahirkan atau lagi menstruasi, bisa diganti ke bulan berikut atau membayar fidyah.
Menetap
Syarat yang terakhir adalah menetap. Jika seorang muslim tengah melakukan perjalanan jauh maka ada keringanan untuk tidak menjalankan puasa. Apabila musafir masih tahan berpuasa selama perjalanan, maka lebih baik daripada membatalkan. Jika tidak tahan, maka bisa membatalkan daripada menahannya.
Lantas bagaimana dengan syarat sah puasa?
Sayarat sah puasa adalah seseorang yang telah memenuhi syarat-syaratnya. Berikut ini syarat sah puasa antara lain:
Beragama Islam
Suci dari nifas dan haid bagi perempuan
Berakal
Telah masuk waktu puasa
Baca juga : Memahami Perbedaan antara Puasa Wajib dan Puasa Sunnah
Berpuasa akan memberikan banyak keutamaan dalam hidup seperti bisa menahan hawa nafsu, mendapatkan pengampunan dosa dan pahala yang didapatkan berlimpah. Oleh karena itu, umat Islam wajib tahu syarat berpuasa agar ibadahnya diberkahi oleh Allah SWT. (RAN)
