Syarat Puisi beserta Jenis-jenis dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi adalah salah satu karya sastra yang disukai oleh banyak kalangan. Dalam membuat puisi perlu diperhatikan syarat puisi agar hasilnya menarik dan disukai banyak orang.
Membuat puisi bagi sebagian orang itu cukup rumit. Karena harus memilih diksi yang tepat, bagaimana mewujudkan apa yang dirasa ke dalam untaian kata-kata dan kesesuaian antar bait pun harus diperhatikan.
Syarat Puisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, https://kbbi.kemdikbud.go.id/, puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.
Puisi juga merupakan gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.
Umumnya, topik bahasan yang diangkat seorang penyair ke dalam puisi adalah tentang apa yang dirasakan, pengalaman hidup, lingkungan hingga sosial.
Untuk membuat puisi, maka perlu diperhatikan syarat puisi. Apa saja? Berikut uraiannya.
1. Harus ada tema atau topik
Tema adalah gagasan atau pokok pikiran yang akan diungkapkan seorang penyair ke dalam puisi tersebut.
2. Diksi
Diksi merupakan kata-kata yang akan digunakan bersifat konotatif dan puitis. Pemilihan diksi ini sangatlah penting karena dengan memilih kosakata yang tepat akan membuat puisi lebih bermakna.
3. Rima
Rima adalah pengulangan bunyi yang akan memperindah sebuah puisi. Rima berada di suku akhir di tiap lari. Biasanya rima berupa pengulangan bunyi (a-a-a-a atau a-b-a-b) atau bunyi bebas tanpa adanya pola.
4. Gaya bahasa
Gaya bahasa akan membuat sebuah puisi lebih hidup dan mampu menjelaskan tentang apa yang ditulis.
Jenis-Jenis dan Contoh Puisi
Ada tiga jenis puisi dan setiap jenisnya memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut uraiannya.
1. Puisi lama
Puisi lama ini ada sebelum abad ke-20. Oleh karena itu, puisi jenis ini memilliki autran dan bermakna yang sering dipakai di berbagai upacara adat. Contoh dari puisi ini yaitu gurindam, syair, pantun dan talibun.
2. Puisi baru
Berbeda dengan puisi lama, puisi baru adalah karya sastra yang berisi tentang ungkapan perasaan dan pikiran dengan menggunakan gaya bahasa deksriptif dengan memerhatikan penyusunan lirik, irama, mantra hingga maknanya.
3. Puisi kontemporer
Puisi jenis ini selalu berusaha menyesuaikan dengan perkembangan zaman atau keluar dari pakem konvensional. Umumnya puini kontemporer tidak terlalu mementingkan irama dan gaya bahasanya berbeda dengan puisi lama dan baru. Kategori puisi kontemporer antara lain puisi konker, puisi mbeling atau puisi yang tidak mengikuti aturan, puisi lama.
Jika sudah memahami tentang syarat puisi dan jenisnya, berikut ini contoh puisi yang bisa dijadikan sebagai referensi.
Sementara Kita Saling Berbisik
Oleh Sapardi Djoko Damono (1966)
Sementara kita saling berbisik
untuk lebih lama tinggal
pada debu, cinta yang tinggal berupa
bunga kertas dan lintasan angka-angka
Ketika kita saling berbisik
di luar semakin sengit malam hari
memadamkan bekas-bekas telapak kaki, menyekap sisa-sisa unggun api
sebelum fajar. Ada yang masih bersikeras abadi
Baca juga : 5 Contoh Puisi Satire untuk Sindiran
Untuk bisa piawai dalam menulis puisi, dibutuhkan latihan yang rutin dan banyak membaca referensi. Syarat puisi, jenis-jenis dan contoh di atas bisa dijadikan bahan pembelajaran. (RAN)
