Tahapan Proses Replikasi Virus Melalui Siklus Litik dan Lisogenik

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses tahapan proses replikasi virus banyak dibicarakan selama pandemi. Materi tentang replikasi virus sudah diberikan dalam pelajaran biologi SMA. Namun selama pandemi, banyak orang yang ingin mengetahuinya lebih lanjut.
Sebanarnya virus selalu ada dengan dampak yang berbeda pada setiap orang. Karena itu, mengetahui proses replikasi virus dapat menjadi tambahan wawasan yang bermanfaat.
Proses Tahapan Proses Replikasi Virus
Dalam biologi, virus adalah mikroorganisme terkecil yang hidup sebagai parasit dan dapat menimbukan penyakit. Virus membutuhkan sel inang berupa DNA atau RNA untuk melakukan replikasi.
Dikutip dari Biologi untuk SMA/MA Kelas X, R. Gunawan Susilowarno dan Kawan-kawan (2008:33), proses tahapan proses replikasi virus dilakukan melalui 2 siklus atau daur, yaitu siklus litik dan lisogenik.
1. Siklus Litik
Pada siklus litik, sel inang akan mengalami lisis atau mati. Berikut adalah tahapan siklus litik yang perlu diketahui.
Adsorbsi (Penempelan) Ekor virus atau bakteriofage melekat pada dinding bakteri dengan metode lock and key. Virus mengeluarkan enzim lisozim sebagai penghancur dindig bakteri sehingga menimbulkan lubang.
Injeksi (Penyuntikan) DNA virus masuk ke dalam sel inang dengan meninggalkan kapsid di luar sel bakteri.
Eklifasi / Replikasi (Penggandaan) DNA virus mengambil alih kendali pada sel inang dan menyebabkan penghancuran atau pemotongan sel bakteri. Potongan sel tersebut digunakan untuk menggandakan DNA virus.
Essembling (Perakitan) Terjadi perakitan kepala, ekor dan serabut. Setelah DNA virus masuk, terbentuklah virus baru yang disebut virion. Satu siklus menghasilkan 100-200 virion.
Litik (Pemecahan Sel Inang) Enzim lisozim dari virion memecahkan dinding bakteri. Virion meninggalkan sel inang dalam keadaan mati untuk mencari inang baru.
2. Siklus Lisogenik
Pada siklus ini sel inang dapat bertahan atau tidak mati, yang disebut memiliki virulensi. Tahapan siklus lisogenik adalah sebagai berikut.
Adsorbsi (Penempelan) Bakteriofage melekat pada dinding bakteri dengan metode lock and key. Virus mengeluarkan enzim lisozim untuk melubangi bakteri.
Penetrasi / Injeksi (Penyuntikan) DNA virus masuk ke dalam sel inang dengan meninggalkan kapsid di luar sel bakteri.
Penggabungan DNA virus menyisip ke DNA bakteri tapi tidak bisa aktif atau profage karena bakteri mempunyai virulensi.
Cleaveage (Pembelahan) Profage akan berada di tubuh bakteri selama masih memiliki virulensi. Ketika bakteri mengalami pembelahan, sel yang mengandung profage akan ikut terkopi sehingga menghasilkan 2 bakteri yang profage. Jika virulensi hilang, akan diteruskan dengan siklus litik.
Baca juga: Apakah Itu Virus? Ini Penjelasannya!
Itulah proses tahapan proses replikasi virus melalui siklus litik dan lisogenik. Virus merupakan bagian dari ilmu biologi yang makin hari makin penting untuk diketahui. (lus)
