Tahapan Respirasi Anaerob Tanpa Oksigen dan Bedanya dengan Respirasi Aerob

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahapan respirasi anaerob adalah proses metabolik yang terjadi tanpa keberadaan oksigen. Proses ini melibatkan penguraian molekul organik, seperti glukosa, untuk menghasilkan energi tanpa melibatkan rantai transport elektron atau fosforilasi oksidatif.
Salah satu bentuk respirasi anaerob yang umum adalah fermentasi. Fermentasi memainkan peran penting dalam menghasilkan energi di lingkungan yang kurang oksigen. Selain itu, fermentasi juga menghasilkan produk sampingan yang bermanfaat bagi kehidupan.
Tahapan Respirasi Anaerob Tanpa Oksigen
Dikutip dari buku Biologi SMA, Gunawan (2008: 38), respirasi anaerob merupakan reaksi pemecahan karbohidrat untuk mendapatkan energi tanpa menggunakan oksigen. Proses ini hanya terjadi pada tumbuhan.
Tahapan respirasi ini memiliki proses fermentasi alkohol karena sel tidak memiliki akseptor elektron yang berguna untuk memproduksi ATP saat oksigen tidak ada. Proses fermentasi hanya dapat dilakukan saat jamur ragi sudah membuat semua gas CO2. Berikut adalah tahapan respirasi anaerob.
1. Glikolisis
Lokasi: Terjadi di sitoplasma sel.
Deskripsi: Glukosa dipecah menjadi dua molekul piruvat. Proses ini menghasilkan sedikit ATP dan NADH.
2. Fermentasi
Lokasi: Terjadi di sitoplasma sel.
Deskripsi: Piruvat yang dihasilkan dari glikolisis diubah menjadi produk sampingan berbeda, tergantung jenis fermentasi yang terjadi.
Contoh Fermentasi Asam Laktat (pada manusia): Piruvat diubah menjadi asam laktat, dengan NADH diregenerasi menjadi NAD+.
Contoh Fermentasi Alkohol (pada mikroorganisme seperti ragi): Piruvat diubah menjadi etanol dan CO2, dengan NADH diregenerasi menjadi NAD+.
3. Regenerasi NAD+
Dalam fermentasi, satu langkah penting adalah memastikan ketersediaan NAD+ untuk kembali ke glikolisis.
Dengan meregenerasi NAD+, sel dapat melanjutkan glikolisis untuk menghasilkan sedikit ATP.
4. Produksi ATP
Total ATP: Fermentasi menghasilkan jumlah ATP yang relatif kecil jika dibandingkan dengan respirasi aerob, karena tidak melibatkan rantai transport elektron dan fosforilasi oksidatif.
Meskipun efisiensinya rendah, fermentasi membantu sel bertahan hidup dalam kondisi di mana oksigen terbatas.
Perbedaan antara Respirasi Aerob dan Anaerob
Respirasi anaerob lebih umum pada mikroorganisme, seperti bakteri anaerob. Respirasi anaerob juga dapat terjadi pada sel-sel manusia dalam kondisi kekurangan oksigen.
Sementara itu, respirasi aerob mendominasi di lingkungan yang kaya oksigen, seperti sel-sel manusia di keadaan normal. Berikut perbendaan antara respirasi aerob dan anaerob.
1. Keberadaan Oksigen
Aerob: Memerlukan oksigen untuk membakar sepenuhnya glukosa menjadi karbon dioksida dan air.
Anaerob: Terjadi tanpa keberadaan oksigen. Proses glikolisis yang terjadi pada tahapan ini diikuti oleh fermentasi.
2. Efisiensi Energi
Aerob: Lebih efisien, menghasilkan lebih banyak ATP karena melibatkan siklus Krebs dan rantai transport elektron.
Anaerob: Kurang efisien, menghasilkan jumlah ATP yang lebih sedikit dibandingkan respirasi aerob.
3. Produk Akhir
Aerob: Menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi.
Anaerob: Menghasilkan produk sampingan yang berbeda, seperti asam laktat atau etanol.
4. Lokasi
Aerob: Glikolisis terjadi di sitoplasma, sementara siklus Krebs dan rantai transport elektron terjadi di mitokondria.
Anaerob: Glikolisis dan fermentasi terjadi di sitoplasma.
5. Jumlah ATP yang Dihasilkan
Aerob: Menghasilkan lebih dari 30 ATP per molekul glukosa.
Anaerob: Menghasilkan kurang dari 10 ATP per molekul glukosa.
Baca juga: Ketahui Persamaan Unsur dan Senyawa
Demikianlah tahapan respirasi anaerob yang tidak memerlukan oksigen, beserta perbedaannya dengan respirasi aerob yang perluu dipahami para siswa. (Msr)
