Tahapan Teknik Pembuatan Kain Tenun Tradisional

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teknik pembuatan kain tenun tradisional merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia. Kain tenun dan teknik pembuatannya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik domestik maupun dari luar negeri.
Kain tentun adalah jenis kain yang dihasilkan melalui proses penenunan. Baik yang dilakukan secara manual atau menggunakan ATBM (alat tenun bukan mesin).
Urutan Teknik Pembuatan Kain Tenun Tradisional
Ciri khas kain tenun terletak pada cara pembuatannya. Benang-benang yang digunakan disusun dan dihubungkan satu sama lain untuk membentuk pola atau desain tertentu. Inilah yang menyebabkan hasil tenunannya terlihat sangat presisi dan cantik.
Berdasarkan buku Tenun Sumba: Membentang Benang Kehidupan, Etty Indriati, 2019, ada beberapa daerah di Indonesia yang memiliki tradisi membuat kain tenun. Kain tenun tersebut memiliki pola dan desain yang unik sesuai dengan daerahnya masing-masing.
Berikut adalah tahapan teknik pembuatan kain tenun tradisional. Perhatikan langkah-langkahnya yang menarik untuk dicermati.
1. Persiapan Menghani
Tahap awal dalam pembuatan kain tenun dimulai dengan menghani, yaitu proses pemilahan benang-benang untuk dijadikan lungsi pada alat hani. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
Menentukan ukuran kain tenun yang akan dibuat dan menyesuaikan dengan panjang lungsi.
Benang-benang diletakkan di alat hani satu per satu sesuai dengan panjang yang diinginkan.
Setelah disusun rapi, setiap 10 benang lungsi diikat sesuai pola untuk memudahkan penghitungan.
2. Pemasangan Benang Lungsi pada Bum Benang Lungsi
Langkah berikutnya adalah memasang benang lungsi pada alat tenun (ATBM).
Bagi benang lusi menjadi dua bagian yang sama banyak.
Siapkan Bum benang lungsi, putar engkel hingga semua tali terurai.
Letakkan kayu bentangan pada rangkaian bum benang lungsi.
Letakkan benang lungsi di bagian tengah ke kanan.
Gulung benang lungsi pada bum benang lungsi, sisakan sebagian benang sampai batas sisir.
3. Pencucukan pada Mata Gun
Masukkan benang lungsi ke mata gun dari tengah ke kanan atau sebaliknya, sesuai dengan corak atau pola.
Ikat setiap 10 benang helai hasil cucukan agar tidak lepas.
Masukkan benang lungsi satu persatu di sisir, dimulai dari tengah ke kanan atau tengah ke kiri.
4. Pencucukan pada Sisir
Masukkan satu persatu benang lungsi ke sisir.
Ikat setiap helai 10 benang kemudian masukkan satu per satu ke dalam sisir.
5. Pengikatan Benang Lungsi pada Bum Kain
Putar bum kain hingga tali terurai dan ikat benang lungsi. Bentangkan kayu pada rangkaian bum kain.
Mulai ikatan dari tengah ke kanan atau tengah ke kiri, dan lakukan ikatan sedikit demi sedikit dengan jarak yang tepat.
6. Penyetalan
Beri nomor 1234 pada gun dan injakan agar mudah dalam penenunan.
Perhatikan cucukan agar sesuai dengan alur, serta atur posisi gun dan injakan sesuai dengan nomor yang diberikan.
7. Tahap Menenun
Pastikan jarak gunung-gunung sama untuk hasil yang rata dan rapi.
Sambungkan benang maju dari tepi sekitar 2-3 cm.
Padatkan tenunan dengan sisir, lakukan dua kali ketukan atau sebaliknya untuk kerapatan yang seragam.
Tenun sesuai dengan motif yang sudah disusun sebelumnya.
Teruskan menenun hingga selesai sesuai dengan motif yang diinginkan.
Baca Juga: Cara Membuat Batik Ikat Celup Sederhana beserta Alat dan Bahannya
Setelah selesai, artinya teknik pembuatan kain tenun tradisional sudah dilakukan dengan tepat. Lepaskan kain tenun dengan hati-hati agar tidak rusak. Jangan lupa untuk merapikan kain tenun dengan membuka bagian simpulnya. (DNR)
