Tata Nama Senyawa Hidrokarbon beserta Pengertiannya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata nama senyawa hidrokarbon dapat ditemui dalam pembelajaran Kimia Sekolah Menengah Atas tepatnya kelas 11. Tata nama ini merupakan suatu cara sistematika untuk memberi nama senyawa organik yang direkomendasikan oleh IUPAC.
Senyawa hidrokarbon hampir selalu dibahas di awal setiap buku Kimia organik. Karena itu, mempelajari materi senyawa hidrokarbon akan mendukung dalam mempelajari senyawa-senyawa lain yang lebih kompleks.
Pengertian Senyawa Hidrokarbon
Senyawa hidrokarbon dapat diartikan sebagai jenis senyawa Kimia organik yang tersusun dari dua jenis atom, yaitu atom hidrogen (H) dan juga atom karbon (C), dan memiliki rumus Kimia CxHy, dimana x dan y tergantung dari golongan hidrokarbon tersebut.
Dikutip dalam buku Kimia Organik oleh Sri Aprilia, Sri Mulyati, Medyan Riza (2023:9) pengertian hidrokarbon merupakan senyawa organik yang terdiri dari atom karbon dan hidrogen. Senyawa hidrokarbon terbentuk di alam dan diperoleh dalam industri proses untuk keperluan tertentu.
Berdasarkan jenis ikatan antara atom karbon, senyawa hidrokarbon terbagi menjadi hidrokarbon jenuh dan tidak jenuh. Hidrokarbon jenuh memiliki ikatan kovalen tunggal. Sedangkan hidrokarbon tidak jenuh, terdapat 1 atau lebih ikatan rangkap ataupun ikatan rangkap 3.
Tata Nama Senyawa Hidrokarbon
Tujuan dari penamaan senyawa Kimia ialah untuk memudahkan dalam membedakan senyawa dengan sifat fisis yang sama. Tata nama senyawa hidrokarbon dibagi menjadi 4 yaitu alkana, alkena, alkuna, dan alkil. Adapun penjelasannya sebagai berikut.
1. Alkana
Alkana adalah senyawa hidrokarbon jenuh membentuk deret homolog, yaitu kelompok senyawa dengan rumus umum sama dan sifat bermiripan. Aturan International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) untuk penamaan alkana yaitu:
Rantai C yang terpanjang ditetapkan sebagai rantai utama. Bila terdapat dua atau lebih rantai terpanjang yang sama panjangnya, maka dipilih rantai dengan cabang terbanyak sebagai rantai utama.
Cabang dari rantai utama dengan substituen hidrokarbon (gugus alkil) diberi nama dengan mengganti akhiran ana pada alkana menjadi "il".
Atom-atom C pada rantai utama diberi nomor secara berurut dimulai dari salah satu ujung rantai yang posisi cabangnya mendapat nomor terkecil.
Untuk substituen cabang yang sejenis dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, penta, dan seterusnya. Contohnya: 2,4-dimetilpropana dan 2,2,3-trimetilbutana.
Cabang ditulis berdasarkan urutan alfabetik. Awalan substituen seperti di, tri, n– (normal), sek– (sekunder), ters– (tersier) diabaikan dalam pengurutan alfabetik, kecuali awalan iso tidak diabaikan. Contoh: 5-etil-4-isopropil-2,2-dimetilheptana.
Rumus dari alkana yaitu CnH(2n+2).
2. Alkena
Alkena adalah senyawa hidrokarbon tidak jenuh dengan ikatan rangkap dua. Aturan IUPAC dalam penamaan alkena hampir sama dengan alkana, namun dengan beberapa modifikasi aturan yaitu:
Rantai utama yang dipilih adalah rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap.
Nama rantai utama alkena memiliki akhiran "ena". Contoh 2-etil-1-pentena.
Urutan penomoran pada rantai utama dimulai dari salah satu ujung rantai yang posisi atom C berikatan rangkapnya mendapat nomor terkecil. Nomor posisi ikatan rangkap didasarkan pada nomor atom C berikatan rangkap yang nomornya lebih kecil.
Rumus alkena adalah CnH2n.
3. Alkuna
Alkuna adalah senyawa hidrokarbon tidak jenuh dengan ikatan rangkap tiga. Aturan IUPAC dalam penamaan alkuna hampir seluruhnya sama dengan alkena. Namun ada beberapa yang berbeda yaitu:
Dalam penamaan alkuna, nama rantai utama memiliki akhiran "una", contoh butuna, pentuna, heptuna, oktuna, dan lainnya.
Rumus alkuna yaitu CnH(2n-2).
Contoh dari penamaan senyawa ini yaitu:
4-metil-2 –pentuna
5-etil-2,2,5-trimetil-3-heptuna
1-heksen-3,5-diuna
3-isopropil-1,5-heksadiuna
4. Alkil
Gugus alkil merupakan alkana yang kehilangan 1 atom hidrogen (H). Di akhir namanya, ditambahkan imbuhan -il. Aturan IUPAC dalam penamaan alkil yaitu:
Perhatikan berapa banyaknya atom C, C ditetapkan sebagai rantai utama, dan ada berapa panjang rantai utamanya.
Beri nama cabang dari rantai utama tadi menggunakan aturan jumlah atom C dan sesuaikan dengan jenis senyawa hidrokarbonnya (alkana, alkena, alkuna, atau alkil).
Perhatikan ada ikatan apa pada rantai tersebut, apakah ikatan tunggal, rangkap dua, atau rangkap tiga.
Perhatikan atom C pada rangkaian utama, lalu beri nomor berurutan dari yang ujung cabang yang paling dekat dengan rantai utama.
Perhatikan substituen cabang yang sejenis, lalu beri imbuhan di- (apabila terdapat dua cabang sejenis), tri-, tetra-, dst.
Perhatikan ada atau tidaknya gugus di dalam rantai karbon tersebut.
Perhatikan urutan penulisan substituen cabang secara alfabetik, terkecuali untuk awalan di-, tri-, n- (normal), sek- (sekunder), ters- (tersier).
Rumus alkil yaitu CnH(2n+1).
Baca juga: 15 Contoh Unsur Senyawa dalam Kimia
Tata nama senyawa hidrokarbon mengurutkan penamaan senyawanya mulai dari nomor alkali, nama alkil, kemudian rantai utama. (MRZ)
