Teknik Dasar dalam Menulis Cerpen bagi Pemula

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teknik dasar dalam menulis cerpen penting untuk dipahami jika ingin menjadi penulis cerita pendek. Menulis cerita fiksi tidak hanya membutuhkan imajinasi tapi juga teknik menulis yang baik.
Menulis secara spontanitas bisa saja dilakukan. Tapi jika ingin serius menulis dalam jangka waktu yang sangat lama, maka teknik tersebut akan membantu menjaga produktivitas dan kualitas cerpen.
Teknik Dasar dalam Menulis Cerpen
Cerpen adalah cerita pendek yang berbentuk prosa dan bersifat naratif fiktif. Cerpen memiliki ciri-ciri padat atau langsung ke topik. Cerpen yang pendek berkisar 500 - 700 kata, sedangkan cerpen yang panjang dapat mencapai 10.000 kata.
Untuk menghasilkan cerpen yang bagus, berikut adalah teknik dasar dalam menulis cerpen, yang dikutip dari Membina Kompetensi Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk Kelas XI Semester 1, Tika Hatikah dan Kawan-kawan (2007:116).
1. Pengembangan Tokoh
Cerpen modern ditandai dengan kepandaian penulis menggambarkan tokoh-tokoh utamanya. Tokoh utama cerpen tidak banyak, namun harus benar-benar hidup.
Cara-cara menghidupkan para tokoh, antara lain sebagai berikut:
Melalui ucapan-ucapannya untuk mengenali apakah tokoh tersebut orang tua, pejabat, anak-anak, wanita dan sebagainya.
Melalui gambaran fisik tokoh, yang sering dilakukan pada cerpen-cerpen lama.
Melalui perbuatannya, terutama ketika para tokoh menghadapi suasana kritis sehingga karakter aslinya muncul.
Melalui pikiran-pikirannya, yang menjadi alasan perbuatan-perbuatan para tokoh.
Melalui keterangan langsung, yaitu penulis menjelaskan tentang watak, latar belakang atau sikap para tokoh.
2. Pengembangan Alur
Alur merupakan penggerak kejadian dalam suatu cerita sehingga berpindah dari satu peristiwa ke peristiwa berikutnya dengan lancar. Berikut adalah unsur-unsur alur tersebut:
pengenalan → timbulnya konflik → konflik memuncak → klimaks → pemecahan soal.
3. Pengembangan Latar
Latar harus dibuat sepekat mungkin sehingga benar-benar berpengaruh pada tokoh-tokoh dan unsur-unsur lainnya. Yang termasuk latar sebuah kejadian, antara lain waktu, tempat, kondisi sosial, budaya, bahkan kondisi politik.
4. Pengembangan Sudut Pandang
Sudut pandang menyangkut bagaimana sebuah kisah diceritakan, yaitu tentang kejadian-kejadian yang dipilih, kemana arah cerita, dan segmen pembaca mana yang dibidik. Penulis dapat menggunakan tokoh "aku" atau "dia" untuk tokoh-tokohnya.
Teknik dasar dalam menulis cerpen dapat dipelajari. Namun faktor penentu untuk menjadi penulis yang andal adalah giat berlatih menulis, rajin membaca dan memiliki keberanian agar cerpen ciptaannya dibaca orang. (lus)
Baca juga: Apakah Judul Cerpen Mencerminkan Isi Cerpen? Ini Penjelasannya
