Teks Khutbah Jumat Akhir Tahun yang Penuh Makna

Ragam Info
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Khotbah Jumat dapat menjadi media untuk menyebarkan pesan dan ajaran keagamaan bagi umat muslim. Dengan ini, tema teks tersebut dapat disesuaikan dengan momentum yang tengah berlangsung. Adapun salah satunya, yaitu tema khutbah akhir tahun yang cocok digunakan sebelum menyambut tahun baru.
Naskah khotbah termasuk jenis teks yang bersifat persuasif. Artinya, teks ini memuat ajakan kepada audiens untuk melakukan tindakan kebaikan. Oleh karenanya, agar penyampaiannya berlangsung lancar, maka penting bagi khatib untuk mempersiapkan teksnya terlebih dahulu.
Teks Khutbah Jumat Akhir Tahun yang Penuh Makna dan Menarik
Khotbah Jumat adalah pidato satu arah yang disampaikan di masjid. Umumnya, teks khotbah mempunyai format baku sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam kaidah agama. Baik berkaitan dengan sistematika maupun ayat yang digunakan.
Maka sebagai referensi, inilah teks khutbah Jumat akhir tahun dikutip dari buku Khutbah Jumat, Muhammad Mukaddar, Abdul Latif Wabula, dkk, (2017: 79-87).
Khutbah Jumat Penghujung Tentang Introspeksi Diri
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلَّى وَسَلَّمٌ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كثيرا.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رجالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا. يُصْلِحُ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهُ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Sebagai insan yang lemah tidak ada kata bosan dan jenuh untuk memanjatkan kalimat pujian dan syukur kehadirat Allah Swt. Dialah Ar-Razaq, sang pemberi segala macam nikmat. Nikmat yang telah, sedang, akan dan terus kita rasakan. Oleh karena itu, jangan berlaga sombong, lupa diri, dan ingkar atas nikmat yang telah Allah beri. Allah ingatkan dalam Al Qur’an Surat Ibrahim: 7
وَاذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S.Ibrahim: 7)
Selawat dan taslim semoga bersinar terang keharibaan manusia terbaik, khairul anam, Muhammad saw. Pemuda padang pasir yang telah memorak-porandakan simbol kemusyrikan, dan berhasil menebarkan aroma kedamaian serta menyinari persada bumi ini dengan cahaya Islam.
Jemaah Jumat yang dirahmati Allah Swt
Waktu terus berputar dan tak pernah henti. Detik berganti menit, menit berpindah jam, jam berganti hari, hari berlalu, bulan pun tiba, bulan menghilang tahun menyapa. Demikianlah siklus perputaran waktu dalam kehidupan ini. Kini tanpa terasa kita tengah berada di pintu akhir tahun 1446 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 2024 Masehi. Beberapa hari, beberapa minggu, ia akan mengunci pintunya rapat-rapat, kemudian berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.
Namun, sebelum berlalu, ia menitipkan pesan terakhir agar kita mau bercermin dan mengintrospeksi diri. Mari sejenak kita membuka lembaran catatan keseharian kita dan berusaha untuk merenunginya. Dalam rentang waktu 12 bulan, 365 hari 8740 jam. Hal apa saja yang telah kita perbuat. Adakah kebaikan yang semakin bertambah atau keburukan dan dosa yang kian menggunung? Hal ini patut kita renungkan, jika ingin mendulang kenikmatan dan kebahagiaan hakiki. Imam Al-Hasan Al-Bashri mengatakan
أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا أَنْتَ أَلَايَامُ, فَكُلَّمَا ذَهَبَ الْيَوْمُ ذَهَبَ بَعْضُكَ
Artinya: Wahai manusia, ketahuilah bahwasanya engkau adalah (kumpulan) hari-hari, setiap ada sehari yang berlalu, maka hilanglah sebagian dari dirimu.
Jemaah Jumat yang dirahmati Allah Swt
Hari yang sedang kita jalani ini, berbeda dengan hari esok. Bulan ini tidak sama dengan bulan-bulan berikutnya. Tahun ini, pun tidak sama dengan tahun baru yang akan datang menyapa kita. Karenanya, mengevaluasi dan mengintrospeksi diri menjadi harga mati, sebelum air mata kesedihan berlinang membasahi pipi. Karena dunia dijadikan sebagai ajang untuk memperbanyak pundi-pundi amal. Sedangkan akhirat adalah tempat peradilan perhitungan amal.
Oleh karena itu, mari bersama kita gandakan etos ketaatan kepada Allah Swt dan merajut kembali benang- benang persaudaraan di antara sesama kita. Jika hari kemarin, grafik kualitas ibadah kita menurun, maka bertekadlah, semenjak hari ini dan hari-hari berikutnya untuk memperbaikinya.
Kalau minggu kemarin, lisan kita tidak pernah melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an, maka ikrarkan mulai minggu ini dan minggu-minggu selanjutnya untuk selalu membacanya.
Apabila bulan kemarin, salat kita masih secara parsial, masih timbul-tenggelam, maka bersumpahlah, sejak bulan ini berusaha setulus hati untuk menunaikannya secara paripurna. Jika hal ini dapat diimplementasikan, maka dipastikan kita akan menyelami hari esok yang cerah dengan sejuta keceriaan. Ini merupakan segmen hubungan vertikal kita dengan Allah Swt.
Hadirin sidang Jumat yang berbahagia
Dalam hubungan horizontal kita dengan sesama manusia, patut pula kita renungkan dengan renungan yang mendalam. Jika hari kemarin, sifat egois, dendam, dengki dan fitnah lebih dominan, maka mulai saat ini, bakar semua sifat-sifat buruk tersebut dengan api maaf dan persaudaraan. Apabila hal tersebut tidak mampu kita lakukan, maka diam adalah solusi yang tepat dan lebih baik. Rasulullah saw bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik, atau diam. (HR. Bukhari dan Muslim)
Biarlah kesalahan dan perilaku buruk tenggelam bersama akhir episode tahun lalu. Mari bersama sucikan hati, bersihkan diri, eratkan persaudaraan guna menatap hari esok yang lebih cerah, bahagia dan harmonis.
Hadirin salat Jumat yang dirahmati Allah
Jika kita berada di pagi hari jangan menunggu sore tiba. Anggaplah hari ini, hari yang terakhir bagi kita. Optimalkan waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Ukirlah kebajikan sebanyak-banyaknya. Karena kebaikan itu sebaik rasanya. Seorang sahabat ternama, Abu Darda berkata:
الْبِرُّ لَا يَبْلَى, وَالذَّنْبُ لَا يُنْسَى وَالدَّيَّانُ لا يَمُوْتُ اعْمَلْ مَا شِئْتَ كَمَا تَدِينُ تُنَانِ
Artinya: Kebaikan itu tidak akan pernah usang, dan dosa itu tidak akan pernah dilupakan, sedangkan Allah Maha Pembalas tidak akan mati. Lakukanlah apa yang engkau suka. Karena sebagaimana engkau memperlakukan, seperti itulah engkau akan diperlakukan.
بارك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعْنِي وَايَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيم أَقُوْلُ قَوْلِ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العليم
Demikian contoh naskah khutbah Jumat akhir tahun. Adanya contoh tersebut diharapkan dapat menjadi sumber referensi dalam menyusun teks khutbah yang menarik dan sarat akan makna. Semoga bermanfaat! (Riyana)
Baca Juga: Contoh Persuasi, Ciri, dan Struktur Teks Persuasi
