Tekstur Batuan Sedimen: Batu Bertekstur Klastika dan Non-Klastika

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tekstur batuan sedimen adalah segala kenampakan atau ciri fisik yang menyangkut butir sedimen. Misalnya besar butir dan kebundaran butir sedimen.
Tekstur batuan ini merujuk pada sifat fisik dan geometri partikel yang membentuk batuan tersebut. Ada dua jenis utama tekstur batuan sedimen yaitu klastika dan non-klastika.
Ciri Fisik Tekstur Batuan Sedimen
Perbedaan utama antara kedua jenis tekstur batuan sedimen ini adalah sumber bahan pembentuknya. Dikutip dari buku Amerta Arkeologi, Tony dkk (2004:32), batu bertekstur klastika berasal dari fragmen batuan yang telah terfragmentasi.Serta terbawa oleh air, angin, atau es.
Sementara batu bertekstur non-klastika terbentuk dari pengendapan material yang larut dalam air atau dari material organik yang mengendap. Berikut ulasan lengkapnya.
1. Batu Bertekstur Klastika
Asal: Batuan klastika terbentuk dari fragmen atau serpihan yang disebut klast.
Klast: Klast bisa berupa fragmen batuan yang lebih besar atau butiran kecil yang terbentuk akibat proses pelapukan dan transportasi.
Sifat: Tekstur klastika dapat bervariasi tergantung pada ukuran, bentuk, dan komposisi klast.
Contoh: Konglomerat (terdiri dari fragmen yang besar dan terbentuk dari berbagai batuan), breksi (terdiri dari fragmen besar dengan sudut-sudut yang tajam), batupasir (terdiri dari butiran pasir), dan batulempung (terdiri dari butiran lempung).
2. Batu Bertekstur Non-Klastika
Asal: Batuan non-klastika terbentuk dari bahan yang mengendap dari larutan atau material organik.
Sifat: Partikel dalam batuan non-klastika umumnya tidak berbentuk serpihan dan biasanya lebih halus daripada batuan klastika.
Proses Pembentukan: Bahan kimia larutan mengendap dan mengkristal untuk membentuk batuan seperti batu gamping, sedangkan material organik mengalami pengendapan dan diubah menjadi batubara atau serpih.
Contoh: Batu gamping (terbentuk dari endapan kalsium karbonat), batubara (terbentuk dari pengendapan material organik), serpih (terbentuk dari partikel lempung yang diendapkan di dasar kolam atau danau).
Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Bata Merah untuk Berbagai Tipe Hunian
Demikianlah penjelasan tekstur batuan sedimen yang terdiri dari batu bertekstur klastika dan non-klastika. Semoga membantu! (Msr)
