Tema Cerita Sangkuriang dan Nilai Moralnya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tema cerita Sangkuriang menarik untuk dipahami karena alur cerita rakyat ini cukup panjang dan berliku. Sebagian masyarakat hanya mengetahui bahwa kisah Sangkuriang berpusat pada hubungan ibu, anak dan seekor anjing peliharaan mereka.
Padahal kisah ini dimulai dari asal usul anjing tersebut hingga kejadian setelah klimaks ceritanya. Maka tak heran jika banyak yang tidak tahu awal dan akhir ceritanya. Meski ceritanya panjang, namun kisah ini dapat digambarkan melalui tema dan nilai moralnya.
Mengenal Tema Cerita Sangkuriang
Dikutip dari Bahasa Indonesia 1 untuk SMP Kelas VII, Idda Ayu Kusrini (2008:79), tema dongeng adalah perkembangan dari pokok pikiran yang disampaikan penulis kepada pembaca. Banyak dongeng yang masih memiliki relevansi dengan situasi sekarang.
Meski sebagian dongeng atau cerita rakyat yang sulit diterima akal, namun banyak pelajaran yang bisa diambil. Begitu juga dengan kisah tentang Sangkuriang ini.
Untuk mengetahuinya, berikut adalah tema cerita Sangkuriang dan nilai moral yang bisa diambil.
1. Tema Sangkuriang
Tema utama cerita Sangkuriang adalah tentang asal usul Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu atau Gunung Tangkuban Parahu adalah sebuah objek wisata unggulan di Jawa Barat. Dalam tema tersebut terdapat beberapa pokok pikiran, yaitu sebagai berikut.
Tentang asal usul si Tumang, serta kelahiran dan pertumbuhan Dayang Sumbi.
Tentang masa-masa awal Dayang Sumbi dan si Tumang mengasingkan diri di hutan.
Tentang kelahiran Sangkuriang hingga diusir Dayang Sumbi.
Tentang pertemuan kembali Sangkuriang dengan Dayang Sumbi hingga jatuh cinta.
Tentang puncak dari kisah ini, yaitu ketika Sangkuriang menendang kapal buatannya menjadi Tangkuban Perahu.
Cerita diakhiri dengan Dayang Sumbi yang berubah menjadi bunga, sedangkan Sangkuriang menghilang.
2. Nilai Moral Cerita Sangkuriang
Banyak nilai moral yang bisa diambil dari kisah ini, yaitu sebagai berikut:
Dayang Sumbi yang tumbuh menjadi gadis cantik membuktikan bahwa pertumbuhan seorang anak tidak ditentukan oleh asalnya melainkan kasih sayang ketika mengasuhnya.
Pernikahan Dayang Sumbi dengan si Tumang memberikan pelajaran agar manusia tidak sembarang mengucapkan sumpah.
Sangkuriang yang berbohong ketika membunuh si Tumang memberikan pelajaran bahwa setiap kebohongan akan berakibat fatal.
Sangkuriang yang jatuh cinta dengan Dayang Sumbi dan tidak mau mundur meski itu ibunya merupakan contoh anak yang tidak dididik dengan benar.
Sedangkan penutup cerita yang mengisahkan bahwa keduanya menghilang merupakan contoh bahwa dosa besar akan mendapat konsekuensi yang besar pula.
Tema cerita Sangkuriang yang merujuk pada Tangkuban Perahu yang terkenal ini telah dikembangkan menjadi kisah yang tragis. Namun banyak pelajaran moral dari kisah ini yang bisa direnungkan. (lus)
Baca juga: Contoh Novel Singkat beserta Unsur Intrinsiknya
