Konten dari Pengguna

Teori Pendukung Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
21 April 2024 15:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Teori Pendukung Penggunaan Bahasa Indonesia. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Dariusz
zoom-in-whitePerbesar
Teori Pendukung Penggunaan Bahasa Indonesia. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Dariusz
ADVERTISEMENT
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar didukung oleh beberapa teori pendukung penggunaan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah penggunaan yang mematuhi norma-norma tata bahasa yang telah ditetapkan.
ADVERTISEMENT
Hal ini mencakup ejaan, tata tulis, tata bunyi, dan tata kalimat yang sesuai. Dikutip dari buku Teori dan Aplikasi Bahasa Indonesia, Nanda dkk (2020: 12), penggunaannya memastikan komunikasi yang jelas, efektif, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Teori Pendukung Penggunaan Bahasa Indonesia

Teori Pendukung Penggunaan Bahasa Indonesia. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Dariusz
Dengan memperhatikan konteks sosial dan tujuan komunikasi, bahasa yang baik dan benar membangun hubungan yang harmonis dan menghindari konflik. Kesadaran akan norma-norma tata bahasa penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik.
Berikut beberapa teori pendukung penggunaan bahasa Indonesia.

1. Teori Normatif

Teori ini menekankan pentingnya mengikuti kaidah tata bahasa yang telah ditetapkan dalam bahasa Indonesia. Norma-norma tata bahasa termasuk aturan-aturan tentang ejaan, tata tulis, tata bunyi, dan tata kalimat.

2. Teori Komunikatif

Fokus teori ini adalah pada efektivitas komunikasi. Menurut teori ini, penggunaan bahasa yang baik dan benar adalah penggunaan bahasa yang dapat dengan jelas menyampaikan pesan kepada pendengar atau pembaca tanpa menyebabkan kebingungan atau kesalahpahaman.
ADVERTISEMENT

3. Teori Sosiolinguistik

Teori ini menekankan pentingnya memahami konteks sosial dan budaya dalam penggunaan bahasa. Pengguna bahasa harus memperhatikan konteks sosial.
Misalnya, situasi, konteks budaya, dan hubungan antarpenutur. Hal tersebut dilakukan agar penggunaan bahasa sesuai dengan norma-norma sosial yang berlaku.

4. Teori Pragmatik

Teori ini menekankan pada tujuan dan maksud komunikasi dalam penggunaan bahasa. Bahasa yang baik dan benar memperhatikan maksud dan tujuan komunikasi, serta memperhitungkan efek yang diinginkan pada pendengar atau pembaca.

5. Teori Psikolinguistik

Teori ini meneliti bagaimana manusia memahami, memproduksi, dan menggunakan bahasa. Dalam konteks penggunaan bahasa yang baik dan benar, teori ini menyoroti proses mental yang terlibat dalam pemahaman dan produksi bahasa. Selain itu, teori ini menyoroti faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi penggunaan bahasa.
ADVERTISEMENT
Itulah penjelasan mengenai teori pendukung penggunaan bahasa Indonesia. Dengan memahami teori-teori ini, seseorang dapat mengembangkan kemampuan dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan konteks komunikasi. (Msr)