Terasering: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terasering adalah teknik rekayasa pertanian maupun perkebunan yang dilakukan dengan menciptakan teras-teras bertingkat pada lahan miring. Teknik ini dibuat untuk memperpendek panjang lereng dan mengurangi kemiringan lereng.
Walaupun kelihatannya hanya memiliki bentuk yang itu-itu saja, ternyata terasering memiliki banyak jenis. Seperti teras datar, teras guludan, teras kebun, dan lain sebagainya.
Pengertian Terasering
Selain gunung atau tanaman berwarna hijau, saat melintasi area persawahan atau perkebunan biasanya akan disuguhkan pemandangan indah berupa deretan tanah yang tersusun rapi membentuk anak tangga dari bawah hingga ke atas.
Deretan tanah tersebut sering disebut dengan terasering. Jadi, pengertian terasering adalah teras buatan yang dibentuk bertingkat-tingkat pada lahan miring dengan tujuan menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan.
Banyak manfaat yang diperoleh dari terasering yaitu mengatasi tantangan topografi lahan miring, mencegah erosi, memaksimalkan pemanfaatan lahan sehingga meningkatkan produksi pertanian dan perkebunan, mengurangi resiko tanah longsor, dan lainnya.
Jenis-jenis Terasering
Dikutip dalam buku Pintar Penanggulangan Tanah Longsor oleh Rizem Aizid (117-122) jenis-jenis terasiring yaitu:
Teras datar, terasering yang dibuat pada tanah kemiringan kurang dari 3% dengan tujuan untuk memperbaiki pengaliran air dan pembasahan tanah. Pada terasering jenis ini pematang yang dibuat ditanami dengan rerumputan.
Teras guludan, terasering ini dibangun pada kemiringan tanah 10-50%. Pembangun ditujukan untuk mencegah hilangnya lapisan tanah.
Teras bangku, terasering yang dibuat dengan kemiringan tanah atau lereng mencapi 10-30%. Terasering jenis ini mampu mencegah erosi pada lereng yang ditanami palawija.
Teras individu, terasering yang dibuat pada kemiringan antara 30-50%. Jenis ini sangat cocok dibangun pada daerah curah hujan terbatas. Biasanya terasering ini direncakanan untuk areal penanaman tanaman perkebunan.
Teras kebun, terasering yang biasa dibangun pada kemiringan tanah antara 30-50%. Teras kebun sama dengan terasering jenis teras individu yang dibangun untuk areal penanaman jenis tanaman perkebunan.
Teras batu, terasering yang menggunakan batu sebagai dinding penahan tanah. Batu dapat digunakn sebagia bahan sandaran untuk menjaga permukaan tanah agar tidak longsor.
Teras saluran, terasering berupa pembuatan lubang-lubang buntu untuk meresapkan air ke dalam tanah dan menampung sedimen-sedimen dari bidang olah. Terasering ini diaplikasikan pada lahan perkebunan. Terasering ini juga efektif mencegah banjir.
Dapat disimpulkan bahwa terasering adalah teras atau keadaan tanah pada sawah atau kebun yang bertangga-tangga dari atas ke bawah. (MRZ)
Baca juga: 4 Upaya Pelestarian Sumber Daya Alam Indonesia
