Ulah Manusia yang Dapat Menyebabkan Pencemaran Air

Ragam Info
Akun yang membahas berbagai informasi bermanfaat untuk pembaca.
Konten dari Pengguna
20 Mei 2024 16:08 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Ulah Manusia yang Dapat Menyebabkan Pencemaran Air. Sumber: unsplash.com/ OCG Saving The Ocean
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ulah Manusia yang Dapat Menyebabkan Pencemaran Air. Sumber: unsplash.com/ OCG Saving The Ocean
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pencemaran air ternyata bisa terjadi karena aktivitas sehari-hari yang dilakukan manusia. Adapun salah satu contoh ulah manusia yang dapat menyebabkan pencemaran air adalah mencuci pakaian di sungai dengan deterjen.
ADVERTISEMENT
Deterjen mengandung bahan kimia yang memengaruhi kondisi perairan dan biota yang hidup di dalamnya. Ikan dan planktoon menjadi biota paling terkena dampak negatif dari pencemaran air tersebut.

Ulah Manusia yang Dapat Menyebabkan Pencemaran Air dan Harus Dikurangi

Ilustrasi Ulah Manusia yang Dapat Menyebabkan Pencemaran Air. Sumber: unsplash.com/ Evan Demicoli
Menurut buku Agrohidrologi Senandung Kehidupan Tentang Pencemaran Air, Dr. Sri Nur Aminah Ngatimin, SP, M.Si (hal. 15), meningkatnya tingkat pencemaran lingkungan terjadi karena manusia kurang sadar dalam menjaganya.
Di bawah ini adalah ulah manusia yang dapat menyebabkan pencemaran air dan patut dihindari agar lingkungan perairan senantiasa terjaga kebersihannya.

1. Membuang Sampah di Selokan dan Sungai

Manusia biasa membuang sampah di sungai, padahal sungai menjadi sumber air tawar untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat. Namun, di dalamnya telah dicemari sengan material plastik, logam, dan styrofoam yang membuat kondisinya kotor.
ADVERTISEMENT

2. Membuang Limbah ke Lautan

Limbah industri biasanya mengandung amoniak yang baunya menyengat dan kurang sedap. Senyawa ini tidak berwarna dan merupakan gas alkalin yang memiliki massa lebih ringan dibandingkan oksigen.
Pencemaran amoniak dari limbah industri yang dibuang manusia ke lautan akan memengaruhi ekosistem perairan. Banyak biota laut yang akhirnya mati keracunan limbah dan membuat lingkungan hidupnya terganggu.

3. Penggunaan Deterjen

Deterjen menjadi kebutuhan bagi setiap orang, terutama untuk mencuci pakaian yang kotor. Bahan keras dalam deterjen, seperti surfaktan, dapat mencemari perairan dan membuat tanaman dan hewan di air tidak tumbuh dengan baik.
Hal ini mau tidak mau selalu terjadi, sebab dari pemukiman penduduk, air bekas cuci pakaian akan dibuang ke selokan. Air selokan akan mengalir dan bermuara ke sungai. Sehingga air sungai juga tercemar oleh deterjen.
ADVERTISEMENT
Beberapa ulah manusia yang dapat menyebabkan pencemaran air tersebut jika dilakukan terus menerus akan sangat berbahaya bagi lingkungan. Tugas manusia adalah berusaha menguranginya dengan menciptakan alternatif lain yang lebih ramah lingkungan. (IMA)