Konten dari Pengguna

Unsur Intrinsik Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Unsur Intrinsik Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak. sumber: Pexels/Ivan Samkov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Unsur Intrinsik Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak. sumber: Pexels/Ivan Samkov

Pada pelajaran Bahasa Indonesia, terdapat pembahasan yang berkaitan dengan unsur intrinsik Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak. Cerita tersebut termasuk sastra lama yang termasuk cerita rakyat asal Kalimantan Selatan.

Dengan memahami unsur intrinsik pada sebuah prosa atau cerita, maka pembaca dapat lebih memahami isi dari cerita tersebut. Selain itu, juga dapat memudahkan penulis untuk membangun keseluruhan cerita.

Mengenal Unsur Intrinsik Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak

Ilustrasi Unsur Intrinsik Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak. sumber: Pexels/Jess Bailey Designs

Menurut buku Bahasa Indonesia 3 SMA Kelas XII, Sri Sutarni, S.Pd. Drs. Sukardi M.Pd. (2008:66), unsur intrinsik adalah unsur pembangun cerita dari dalam. Jadi, bagian-bagian dari cerita tersebut penting dan saling berkaitan satu dengan yang lain untuk saling melengkapi.

Cerita rakyat pada umumnya bertujuan untuk memberikan pesan dan pendidikan bagi pembacanya. Inilah penjelasan tentang unsur intrinsik Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak.

1. Tema

Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak mengangkat tema ketenangan, kebaikan, dan kebijaksanaan. Semua makhluk hidup dapat berdampingan dengan melakukan kebaikan dan tindakan dengan bijak akan membawa kebahagiaan.

2. Alur

Alur yang digunakan pada hikayat ini ialah alur maju. Dapat terlihat dari waktu ketika Datu Mabrur bertapa, hingga akhirnya ia diganggu oleh seekor ikan todak raja dari semua ikan di lautan. Waktu yang diceritakan menggambarkan kejadian teratur dari awal hingga akhir cerita.

3. Penokohan

Tokoh yang terdapat dalam Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak adalah sebagai berikut.

  • Datu Mabrur: Pertapa sakti yang berusaha memohon pada sang Pencipta agar diberi sebuah pulau untuk anak keturunannya kelak.

  • Ikan Todak: Seorang raja ikan yang bertanggung jawab dengan semua makhluk di laut kekuasaannya dan mau membalas budi.

4. Sudut Pandang

Sudut pandang yang digunakan ialah sudut pandang orang ketiga dengan penulis cerita merupakan orang yang serba tahu dan mengetahui semua jalan pikiran semua tokoh.

5. Latar

Latar yang diambil dari Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak ialah Selat Laut dan Selat Makassar, daerah berkarang, laut lepas, daratan baru dari dasar laut.

6. Pesan

Pesan yang disampaikan oleh hikayat ini ialah, selalu berpikiran baik pada sang Pencipta dan melakukan usaha yang terbaik. Kebijaksanaan akan membawa kepada kebaikan. Perilaku terpuji pasti akan mendapatkan balasan yang baik.

Demikian unsur instrinsik Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak yang dapat menjadi bahan belajar bahasa dan bersastra Bahasa Indonesia. Materi tersebut memudahkan dalam memahami isi sebuah cerita dan bagian-bagian pentingnya. (DVA)

Baca Juga: 2 Contoh Hikayat Beserta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Karya Sastra