Konten dari Pengguna

Upaya dalam Pengendalian Hama yang Tidak Menimbulkan Pencemaran Lingkungan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk upaya dalam pengendalian hama yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Sumber: pexels.com/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk upaya dalam pengendalian hama yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Sumber: pexels.com/Pixabay

Contoh upaya dalam pengendalian hama yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan adalah dengan memanfaatkan musuh alami hama. Hama adalah hewan yang mengganggu produksi pertanian.

Pengendalian hama telah dilakukan sejak lama, di antaranya dengan pestisida. Namun, upaya tersebut menyebabkan pencemaran lingkungan karena kandungan kimia di dalam pestisida. Upaya tersebut juga dapat membahayakan hewan lain di ekosistem.

Contoh Upaya dalam Pengendalian Hama yang Tidak Menimbulkan Pencemaran Lingkungan

Ilustrasi untuk upaya dalam pengendalian hama yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Sumber: pexels.com/Pixabay

Contoh upaya dalam pengendalian hama yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan adalah dengan pengendalian secara alami. Menurut buku Pemanfaatan Tumbuhan Liar dalam Pengendalian Hayati, Wiwin Maisyaroh, M.Si (2014: 3), pengendalian alami dapat dilakukan dengan cara memaksimalkan peran musuh alami dalam mengendalikan hama.

Pengendalian alami atau pengendalian hayati ini dilakukan dengan cara mengatur populasi organisme yang memanfaatkan musuh alami. Sehingga kepadatan organisme tersebut berada di bawah rata-rata jika dibandingkan tanpa pengendalian.

Contoh upaya pengendalian hayati dengan pemanfaatan musuh alami adalah sebagai berikut.

1. Membiakkan Musuh Alami Hama

Pengendalian hayati pertama dilakukan melindungi, melestarikan, atau memberikan kesempatan kepada musuh alami hama untuk berkembang biak lebih banyak, juga diusahakan untuk memelihara dan melakukan pelepasan musuh-musuh alami.

2. Mengimpor Musuh Alami Hama

Cara pengendalian hayati kedua adalah dengan mengimpor musuh-musuh alami dari daerah asal hama lalu mengembangkannya secara massal dan melepaskannya ke lapangan untuk menekan populasi hama sasaran.

Manfaat Pengendalian Hayati

Ilustrasi untuk upaya dalam pengendalian hama yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Sumber: pexels.com/Quang Nguyen Vinh

Pengendalian hayati dengan pemanfaatan musuh alami dalam mengendalikan hama dianggap sebagai salah satu strategi yang cukup aman. Selain itu, upaya ini memiliki beberapa manfaat untuk lingkungan dan ekosistem di sekitar lahan. Manfaat tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

  2. Tidak menyebabkan keracunan pada manusia dan ternak.

  3. Tidak menyebabkan resistensi terhadap hama, musuh alami dapat bekerja secara selektif terhadap inang atau mangsanya, dan pengendalian hayati ini bersifat permanen.

Upaya untuk memaksimalkan kinerja musuh alami di lahan pertanian salah satunya adalah menciptakan habitat yang disukai oleh musuh alami hama. Tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah populasi musuh alami.

Demikian ulasan mengenai contoh upaya dalam pengendalian hama yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, yaitu dengan memanfaatkan musuh alami hama. Semoga bermanfaat. (IND)

Baca juga: 4 Contoh Perbuatan Merawat Tumbuhan agar Tumbuh Subur