Konten dari Pengguna

ASEAN: 50 Tahun Pertahanan dan Keamanan

Rahel Riyanto

Rahel Riyanto

Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rahel Riyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: https://pixabay.com/photos/asean-indo-vietnam-ensign-federal-4692563/
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: https://pixabay.com/photos/asean-indo-vietnam-ensign-federal-4692563/

Selama lima dekade, ASEAN telah menegaskan posisinya sebagai pilar utama stabilitas di Asia Tenggara melalui kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan. Sejak awal pembentukannya, negara-negara anggota menyadari bahwa keamanan regional tidak dapat dicapai secara unilateral. Berbagai mekanisme diplomasi, latihan militer bersama, dan inisiatif multilateral dikembangkan untuk mencegah konflik dan memperkuat rasa saling percaya. Perjalanan ini menunjukkan komitmen kolektif ASEAN dalam menjaga perdamaian sekaligus menghadapi dinamika geopolitik yang terus berubah.

Diplomasi Pertahanan dan Inisiatif Multilateral

Pada November 2024, Menteri Pertahanan ASEAN mengadakan pertemuan ke-18 di Vientiane, Laos, dengan tema “ASEAN Together for Peace, Security and Resilience”. Pertemuan ini menegaskan komitmen negara anggota untuk menghadapi ancaman bersama, termasuk terorisme, penyelundupan, dan bencana alam. Deklarasi yang dihasilkan menekankan koordinasi antarnegara anggota serta keterlibatan mitra eksternal untuk menjaga stabilitas regional.

Melalui ASEAN Defence Ministers' Meeting-Plus (ADMM-Plus), ASEAN memperluas kolaborasi dengan Jepang, Australia, Amerika Serikat, dan China. Forum ini membahas pertahanan konvensional sekaligus isu non-tradisional seperti keamanan siber dan pandemi. Pendekatan diplomasi multilateral ini menunjukkan bahwa ASEAN menjaga perdamaian melalui dialog, kerjasama, dan pencegahan konflik, bukan hanya kekuatan militer.

Strategi ini membantu mengurangi ketegangan di kawasan yang sering terpapar dinamika geopolitik besar. Dengan konsensus dan inklusivitas sebagai landasan, ASEAN memperkuat keamanan kolektifnya tanpa mengabaikan kedaulatan masing-masing negara anggota.

Latihan Bersama dan Peningkatan Kapabilitas

Kerjasama praktis antar angkatan bersenjata ASEAN semakin diperkuat melalui latihan militer bersama. ASEAN Multilateral Naval Exercise (AMNEX) meningkatkan interoperabilitas dan kemampuan tanggap darurat di laut, termasuk patroli gabungan, penyelamatan, dan penanganan bencana.

ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) menjadi ajang kompetitif yang mempererat hubungan antar tentara melalui latihan menembak. Selain meningkatkan keterampilan militer, AARM membangun kepercayaan dan persahabatan antar personel. Beberapa latihan terbaru juga menyertakan simulasi anti-terorisme dan operasi kemanusiaan.

Latihan-latihan ini menegaskan ASEAN tidak hanya mengandalkan diplomasi, tetapi juga kapabilitas militer kolektif. Upaya ini memungkinkan negara anggota menghadapi tantangan keamanan lebih efektif, sambil memperkuat solidaritas regional yang telah terbangun selama 50 tahun.

Sumber: https://pixabay.com/photos/soldier-the-war-the-army-conflict-4768757/

Tantangan dan Prospek Ke Depan

ASEAN dihadapkan pada tantangan baru, termasuk dinamika Laut Tiongkok Selatan dan persaingan kekuatan besar di Indo-Pasifik. Klaim tumpang tindih dan kehadiran militer negara besar menimbulkan risiko ketegangan yang harus dikelola melalui diplomasi hati-hati.

Ancaman non-tradisional, seperti perubahan iklim, pandemi, dan kejahatan siber, menuntut kerjasama lintas sektor. ASEAN memperkuat jaringan pertahanan sipil, berbagi informasi intelijen, dan mengadakan latihan gabungan yang menyertakan skenario krisis non-militer.

Ke depan, konsensus, inklusivitas, dan kemitraan eksternal tetap menjadi landasan strategi keamanan ASEAN. Kerjasama dengan mitra, baik melalui ADMM-Plus maupun forum regional lainnya, terus menjadi kunci menjaga perdamaian dan keamanan kawasan.

Referensi:

MPR. (2025). Catatan Politik Senayan: Kepemimpinan Prabowo dan Stabilitas Asia Tenggara.

VOA Indonesia. (2025). ADMM-Plus Yakin Dapat Selesaikan Isu Keamanan di Kawasan dengan Kolaborasi Global.

Koarmada I TNI AL. (2025). Satgas AMNEX 2025 Hadiri Rangkaian Kegiatan Multilateral ASEAN.

Indonesia Defense. (2025). Lomba Tembak AARM ke-32 Dibuka, Indonesia Punya Tradisi Juara.