Konten dari Pengguna

Yaman dalam Pusaran Proxy War Arab Saudi dan Iran

Rahel Riyanto

Rahel Riyanto

Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rahel Riyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: https://www.istockphoto.com/id/vektor/peta-vektor-wilayah-geopolitik-timur-tengah-gm1447364609-485198216?utm_source=pixabay&utm_medium=affiliate&utm_campaign=sponsored_vector&utm_content=srp_topbanner_media&utm_term=middle+east
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: https://www.istockphoto.com/id/vektor/peta-vektor-wilayah-geopolitik-timur-tengah-gm1447364609-485198216?utm_source=pixabay&utm_medium=affiliate&utm_campaign=sponsored_vector&utm_content=srp_topbanner_media&utm_term=middle+east

Konflik di Yaman tidak lagi bisa dipahami sebagai perang domestik semata. Yaman kini menjadi medan proxy war antara Arab Saudi dan Iran, dua kekuatan besar Timur Tengah yang saling berebut pengaruh regional. Pertarungan kepentingan ini membuat konflik semakin kompleks, berkepanjangan, dan jauh dari penyelesaian.

Narasi proxy war di Yaman makin jelas ketika keterlibatan Arab Saudi dan Iran tidak dilakukan lewat pasukan reguler, melainkan melalui dukungan kepada aktor lokal. Arab Saudi mendukung pemerintahan resmi, sedangkan Iran memberi sokongan kepada kelompok Houthi menjadikan Yaman sebagai medan proxy war strategis di Timur Tengah. Intervensi eksternal ini memperparah krisis kemanusiaan, termasuk runtuhnya sistem keamanan manusia di Yaman.

Kepentingan Arab Saudi dalam Proxy War Yaman

Arab Saudi memandang Yaman sebagai bagian penting dari keamanan nasional serta posisinya di kawasan Teluk. Intervensi militer dan dukungan koalisi Saudi sejak 2015 menunjukkan bahwa Riyadh berupaya mencegah pengaruh Iran meluas ke kawasan selatan Semenanjung Arab.

Dominasi Saudi atas Yaman sekaligus menjaga kontrol terhadap jalur laut dan rute strategis di Teluk dan Laut Merah vital bagi perdagangan energi dan kekuatan geopolitik Saudi. Namun, intervensi ini membawa dampak serius bagi warga sipil, perang berkepanjangan membuat kerusakan infrastruktur, gangguan sistem kesehatan, dan meluasnya ketidakamanan manusia.

Sumber: https://www.istockphoto.com/en/vector/map-of-middle-east-gm649629690-118081699

Strategi Iran Memperluas Pengaruh lewat Proxy War Yaman

Iran memanfaatkan konflik Yaman untuk memperlebar pengaruhnya di Semenanjung Arab dengan mendukung Houthi tanpa ikut terjun langsung mencerminkan ciri khas proxy war.

Dukungan Iran termasuk suplai senjata, logistik, dan dukungan ideologis-politik, sehingga Houthi mampu bertahan di tengah tekanan koalisi Saudi. Strategi ini, meskipun efektif bagi Iran secara politik, memperburuk kondisi kemanusiaan di Yaman, warga sipil menghadapi keterbatasan pangan, layanan kesehatan, dan akses pendidikan.

Yaman-Korban Utama dari Proxy War Regional

Sejak intervensi asing, sistem keamanan manusia di Yaman runtuh. Konflik telah menghancurkan layanan dasar: kesehatan, akses pangan, pendidikan, serta stabilitas sosial masyarakat

Studi terbaru menunjukkan bahwa perang dan intervensi eksternal menyebabkan kondisi kemanusiaan memburuk secara sistemik, jutaan warga bergantung pada bantuan, kehilangan pekerjaan, dan kemiskinan merajalela.

Selama Yaman tetap dijadikan arena perebutan pengaruh antara Saudi dan Iran, perdamaian sulit tercapai. Warga sipil tetap menjadi korban utama dari rivalitas geopolitik ini.

Konflik Yaman menunjukkan bagaimana proxy war antara Arab Saudi dan Iran tidak hanya soal politik atau strategi militer, tetapi berdampak langsung pada kehidupan jutaan warga sipil. Resolusi konflik membutuhkan komitmen internasional untuk menghentikan intervensi eksternal, memulihkan akses layanan dasar, dan memperkuat sistem keamanan manusia. Tanpa itu, Yaman akan terus menjadi medan persaingan kekuatan regional, di mana korban utamanya tetap rakyatnya sendiri.

Referensi :

Hakiki, A. & Sari, R. (2022). Kepentingan Nasional Arab Saudi dalam Kebijakan Intervensi Militer di Yaman terhadap Keterlibatan Iran. Jurnal Hubungan Internasional, Universitas Airlangga. e-ISSN: 2715-1565.

Al‑Hunaiti, R. A. (2023). The Impact of Foreign Intervention in the Yemeni Crisis (2015-2020). Dirasat: Human and Social Sciences, 50(6). e-ISSN: 2663-6190.

Lukman, F. (2024). The Civil War in Yemen and Saudi Regional Hegemonic Ambition. International Journal of Strategic Studies, 11(10). e-ISSN: 2735-0398.

Fahr, H. & Habib, A. (2022). Proxy War dalam Konflik Yaman. Jurnal Istoria, Universitas Negeri Yogyakarta. e-ISSN: 2615-2150.

Basundoro, R. (2025). Perang Proksi Kontemporer Arab Saudi-Iran sebagai Bentuk Turbulensi Timur Tengah. Jurnal Politik & Pemerintahan Indonesia. e-ISSN: 2502-7476.